Maria Elisa Hospita
30 April 2019•Update: 01 Mei 2019
Gozde Bayar
ANKARA
Menteri luar negeri Turki pada Senin menyatakan senang dengan dibukanya pembukaan gerbang perbatasan baru di Tunceli, timur Turki, yang menghubungkannya dengan wilayah Pemerintah Regional Kurdi (KRG) di Irak Utara.
“Membuka gerbang perbatasan kedua di Fishabour akan bermanfaat bagi Irak dan KRG. Kita harus dukung aktivitas para pebisnis Turki,” kata Mevlut Cavusoglu via Twitter, di hari yang sama ketika dia tiba di Erbil.
Dia menambahkan bahwa Turki dan KRG akan bekerja bersama-sama dalam memerangi kelompok teror PKK, Daesh, dan Organisasi Teroris Fetullah (FETO).
“Turki mengembangkan hubungan dengan semua wilayah dan kelompok di Irak,” kata dia saat pertemuannya dengan Wakil Perdana Menteri KRG Qubad Talabani.
Cavusoglu juga mengadakan pertemuan dengan Perdana Menteri KRG Nechirvan Barzani, Wakil Ketua Badan Keamanan KRG Mesrur Barzani, dan politikus Turkmenistan di Erbil.
Sebelumnya, Menlu Turki juga menemui rekan sejawatnya dari Irak Mohamed Ali al-Hakim dan Perdana Menteri Adil Abdul-Mahdi di Baghdad.
FETO dan pemimpinnya yang berbasis di Amerika Serikat, Fetullah Gulen, merancang percobaan kudeta pada 15 Juli 2016 di Turki, yang menyebabkan 251 orang tewas dan hampir 2.200 terluka.
Ankara juga menuding FETO berada di balik kampanye jangka panjang untuk menggulingkan negara melalui infiltrasi institusi-institusi Turki, khususnya militer, polisi, dan pengadilan.
Dalam kampanye terornya melawan Turki selama lebih dari 30 tahun, PKK - yang terdaftar sebagai kelompok teroris oleh Turki, AS dan Uni Eropa - telah bertanggung jawab atas kematian hampir 40.000 jiwa, termasuk perempuan dan anak-anak.
Setidaknya 319 orang tewas dalam serangan teror Daesh di Turki, di mana organisasi teror itu menargetkan warga sipil dalam serangan bom bunuh diri, roket, dan senjata.