Muhammad Abdullah Azzam
14 Agustus 2020•Update: 15 Agustus 2020
AbdelRaouf Arnaout
YERUSALEM
Menteri luar negeri Yunani pada Kamis tiba di Israel untuk menyelesaikan pengaturan pariwisata di tengah Covid-19.
Menurut harian Israel Yedioth Ahronoth, selama pertemuan dengan Menlu Israel Gabi Ashkenazi, Menlu Yunani Nikos Dendias membahas soal perjanjian yang akan memungkinkan turis Israel dapat melakukan perjalanan ke Yunani tanpa perlu karantina wajib.
Israel pun mengumumkan negara-negara yang akan diizinkan untuk dikunjungi oleh warga Israel. Sebagian besar negara Eropa masih menolak masuknya wisatawan Israel karena tingginya tingkat infeksi di Israel, lapor harian itu.
Pada Rabu, Kementerian Kesehatan Israel mencatat 1.003 lebih banyak infeksi dan 13 kematian. Israel berencana untuk mengizinkan warganya bepergian ke luar negeri mulai 16 Agustus.
Dalam sebuah pernyataan pada Selasa, Kemlu Israel mendukung Yunani dalam perselisihannya dengan Turki.
“Israel mengikuti dengan cermat ketegangan yang meningkat di Mediterania Timur. Israel mengungkapkan dukungan penuh dan solidaritasnya dengan Yunani di zona maritim dan haknya untuk membatasi zona ekonomi eksklusifnya," kata kementerian Israel itu.
Ketegangan di wilayah tersebut meningkat karena kegiatan eksplorasi dan pengeboran hidrokarbon di Laut Mediterania.
Ankara menuduh Yunani menjalankan kebijakan maksimalis di Mediterania Timur, dan menggarisbawahi klaim maritim Yunani melanggar hak kedaulatan Turki.