14 Oktober 2017•Update: 15 Oktober 2017
Merve Aydogan and Tugrul Cam
ANKARA
Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu menelepon sejumlah tokoh nasional Palestina pada Jumat malam menyusul upaya rekonsiliasi politis baru-baru ini di Kairo.
Dalam pernyataannya, Kementerian Luar Negeri mengatakan bahwa Cavusoglu bicara dengan Menteri Luar Negeri Palestina Riyad al-Maliki dan Ketua Hamas Ismail Haniyeh.
Menteri tersebut mengatakan kepada Anadolu Agency: "Kami bahagia dan bangga melihat saudara Palestina kami saling berangkulan."
Ia kembali menegaskan dukungan Turki khususnya sebagai ketua Organisasi Kerjasama Islam (OKI).
"Saya telah menggarisbawahi pentingnya melanjutkan proses sebagaimana mestinya, tanpa membuang waktu dan [mendesak mereka untuk] mengambil keputusan."
Cavusoglu juga mengatakan bahwa rekonsiliasi di Palestina adalah penting untuk " mempertahankan hak Palestina di tingkat internasional".
Pada Kamis, Hamas dan Fatah menandatangani persetujuan rekonsiliasi di Kairo yang bertujuan untuk mengakhiri sepuluh tahun pembagian politik antarwarga Palestina.
Dalam persetujuan itu, pemerintah kesatuan Palestina yang berada di Ramallah akan bertanggung jawab terhadap aspek politik dan administratif untuk Jalur Gaza sebelum tanggal 1 Desember.
Tepi Barat dan Jalur Gaza telah terbagi secara politik dan administratif sejak 2007, ketika Hamas merebut kendali jalur tersebut dari Fatah menyusul perkelahian berdarah di jalanan yang berlangsung selama beberapa hari.
Perebutan Gaza oleh Hamas pada 2007 mengakhiri--jika berumur pendek--kebersatuan pemerintah yang dibentuk setelah Hamas memenangkan pemilihan umum legislatif Palestina pada 2006.