Rhany Chairunissa Rufinaldo
29 Agustus 2019•Update: 01 September 2019
Diyar Guldogan
ANKARA
Para menteri pertahanan negara-negara Uni Eropa akan membahas keamanan, pertahanan dan perubahan iklim pada pertemuan informal mereka.
"Kami memang mengakui - mungkin Uni Eropa telah menjadi salah satu yang pertama mengakui - bahwa perubahan iklim merupakan ancaman keamanan. Jadi kami akan membahas hubungan ini dengan para menteri pertahanan untuk pertama kalinya," kata kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Federica Mogherini, pada pertemuan informal menteri pertahanan di Helsinki.
Mogherini mengatakan mereka juga akan membahas keamanan maritim dan kemudian para menteri luar negeri akan bergabung dengan mereka untuk berbicara tentang ancaman hibrida dan Timur Tengah.
Ditanya tentang kesepakatan nuklir Iran, dia mengatakan bahwa melestarikan kesepakatan nuklir adalah fokus tetap Uni Eropa selama bertahun-tahun.
Kesepakatan nuklir Iran, juga dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA), ditandatangani pada 2015 oleh Iran, Rusia, China, Prancis, Inggris, AS dan Jerman.
Namun, tahun lalu, Trump secara sepihak menarik diri dari kesepakatan dan meningkatkan tekanan terhadap Teheran dengan memberlakukan kembali sanksi yang menargetkan sektor energi dan perbankan negara itu.
Di bawah perjanjian itu, negara-negara kuat dunia berjanji untuk mencabut sanksi ekonomi yang dikenakan pada Iran sebagai imbalan atas kesediaannya membatasi aktivitas nuklir untuk tujuan damai dan sipil.
Pada Juni, Iran dengan tajam mengkritik negara-negara maju tersebut karena tidak memenuhi janji-janji mereka dan mengancam akan mengabaikan sebagian dari perjanjian.
Mogherini mengatakan JCPOA adalah lampiran resolusi Dewan Keamanan PBB dan itu bukan perjanjian internasional maupun bilateral.
"Kami akan selalu mengadvokasi dukungan pada penghormatan penuh oleh semua pihak terhadap resolusi Dewan Keamanan PBB dan itu termasuk JCPOA," ujar dia.
"Jika, berdasarkan hal itu, pekerjaan lebih lanjut dapat dilakukan atas dasar saling pengertian dan rasa hormat, dengan cara kerja sama, kita akan selalu ada untuk menemani dan mendukung pendekatan ini," tambah Mogherini.