Elena Teslova
15 Maret 2023•Update: 16 Maret 2023
MOSKOW
Duta Besar Rusia untuk Amerika Serikat (AS) Anatoly Antonov mengklaim pada Rabu bahwa kendaraan udara tak berawak (UAV) AS mengumpulkan informasi pengintaian dan menyampaikannya ke Ukraina untuk menyerang Rusia.
Kementerian Luar Negeri Rusia, Antonov mengatakan dia diundang ke Departemen Luar Negeri AS pada Selasa setelah jatuhnya UAV AS di Laut Hitam.
Pentagon pada Selasa menuduh Rusia melakukan pencegatan "tidak aman" terhadap MQ-9 Reaper AS di atas Laut Hitam yang menyebabkan jatuhnya pesawat tersebut.
"UAV Amerika secara langsung dan provokatif bergerak ke arah wilayah Rusia dengan transponder dimatikan, dan melanggar batas area terbatas sementara yang ditetapkan untuk tujuan melakukan operasi militer khusus. " ungkap Antonov menanggapi tuduhan itu.
Dia menekankan bahwa "sesuai dengan norma internasional, semua pengguna wilayah udara internasional yang berkepentingan diberitahu" tentang pembatasan sementara untuk penerbangan di wilayah tersebut.
Antonov mengatakan jet tempur Rusia tidak menggunakan senjata untuk menjatuhkan drone dan tidak menghubunginya dengan berbagai cara.
Utusan tersebut menyuarakan keprihatinan atas "aktivitas militer AS yang tidak dapat diterima" di tempat terdekat dari perbatasan Rusia.
“Apa yang mereka (drone) lakukan ribuan kilometer jauhnya dari AS? Jawabannya jelas – mereka mengumpulkan informasi intelijen, yang kemudian digunakan oleh rezim Kyiv untuk menyerang angkatan bersenjata dan wilayah kami,” kata dia.
Antonov mengatakan bahwa jika drone tempur Rusia muncul di dekat New York atau San Francisco, tindakan militer AS pasti "tidak akan berkompromi" dan tidak membiarkan adanya pelanggaran ruang udara atau lautnya.
“Kami berharap AS akan menahan diri dari spekulasi lebih lanjut di media dan akan mengakhiri penerbangan di dekat perbatasan Rusia. Kami menganggap tindakan apa pun yang melibatkan penggunaan senjata dan peralatan Amerika sebagai tindakan bermusuhan secara terbuka,” tegas Antonov.
Duta besar mengingatkan bahwa pasokan Washington ke Kyiv diperkirakan sekitar 30 miliar dolar.
"Pikirkan saja angka-angka ini! Sangat jelas bahwa AS-lah yang memimpin situasi ke eskalasi yang disengaja, penuh dengan konflik bersenjata langsung." kata dia.
Dalam situasi seperti itu, Moskow menganggap bahwa penting untuk menjaga jalur komunikasi tetap terbuka.
"Rusia tidak mencari konfrontasi dan mendukung kerja sama pragmatis untuk kepentingan rakyat negara kita," kata Antonov.