Maria Elisa Hospita
13 Agustus 2018•Update: 14 Agustus 2018
Kubra Chohan
ANKARA
Badan Antariksa Amerika Serikat atau NASA meluncurkan misi untuk menjelajah atmosfer matahari dalam jarak yang lebih dekat daripada yang pernah ada.
Parker Solar Probe diluncurkan dari landasan antariksa Cape Canaveral, Florida, pada Minggu.
"Dengan menumpang roket Delta 4 Heavy, Parker Solar Probe melesat pada pukul 3.31 pagi waktu setempat [0731GMT]," jelas NASA dalam sebuah pernyataan.
Parker Solar Probe dirancang untuk melakukan 24 kali perjalanan mengelilingi matahari hingga misinya selesai pada tahun 2025. Tujuannya adalah untuk mengungkap sistem kerja bintang.
"Misi ini akan mengubah pemahaman kita mengenai matahari," ujar NASA.
NASA menjelaskan bahwa ini adalah misi pertama yang mendapatkan sistem perlindungan termal yang mampu menahan panas hingga 1.371 derajat Celcius.
"Parker Solar Probe akan memanfaatkan gravitasi Venus dalam penerbangan bertahap selama tujuh tahun," tambah NASA.
Misi itu diberi nama sesuai dengan nama ilmuwan Amerika Eugene Parker, 91, yang membuktikan sejumlah konsep tentang bagaimana bintang mengeluarkan energi.