BRUSSELS
NATO pada Kamis mendesak Armenia dan Azerbaijan untuk mengakhiri pertikaian ketika pertempuran kembali berkobar di wilayah Karabakh dan blok militer itu menyatakan dukungan untuk normalisasi hubungan.
“NATO menyerukan segera diakhirinya permusuhan antara pasukan Azerbaijan dan Armenia,” kata Javier Colomina, perwakilan khusus Sekjen NATO untuk Kaukasus dan Asia Tengah, di Twitter.
Dia menambahkan bahwa aliansi tersebut mendesak kedua belah pihak untuk “mengurangi eskalasi dan kembali ke meja perundingan.”
“NATO mendukung normalisasi hubungan antara Armenia dan Azerbaijan,” tambah Colomina.
Toivo Klaar, perwakilan khusus blok itu untuk Kaukasus Selatan, telah “berhubungan intens dengan kedua belah pihak selama beberapa hari terakhir,” menurut informasi yang dihimpun Anadolu Agency dari seorang pejabat tinggi.
Charles Michel, presiden Dewan Eropa, telah berbicara dengan Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan dan akan segera berbicara dengan Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev, kata sumber itu.
Uni Eropa mendorong untuk "de-eskalasi segera" dan dialog tentang aspek lain dari hubungan, kata pejabat itu.
Azerbaijan mengatakan pihaknya meluncurkan operasi pembalasan pada Rabu terhadap pasukan Armenia di wilayah Karabakh setelah Armenia melepaskan tembakan dan membunuh seorang tentara Azerbaijan, menurut Kementerian Pertahanannya.
Hubungan antara bekas republik Soviet tegang sejak 1991 ketika militer Armenia menduduki Nagorno-Karabakh, sebuah wilayah yang diakui secara internasional sebagai bagian dari Azerbaijan, dan tujuh wilayah yang berdekatan.
Setelah bentrokan baru selama musim gugur tahun 2020, Azerbaijan membebaskan beberapa kota dan lebih dari 300 pemukiman dan desa yang diduduki oleh Armenia selama hampir 30 tahun.
Pertempuran berakhir pada November 2020 dengan kesepakatan yang ditengahi Rusia.