Muhammad Abdullah Azzam
16 Desember 2020•Update: 16 Desember 2020
Rabia Iclal Turan
ANKARA
Kepala NATO pada Selasa mendesak para sekutu untuk menemukan "solusi positif" setelah Amerika Serikat (AS) menjatuhkan sanksi kepada Turki atas pembelian sistem pertahanan rudal S-400 Rusia.
"Saya mendesak kepada semua sekutu NATO dan Turki serta sekutu lainnya untuk melihat apakah ada cara lain untuk menemukan solusi positif," kata Sekertaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg pada konferensi pers bersama Perdana Menteri Montenegro Zdravko Krivokapic di Brussels.
"Saya menyesal kami berada dalam situasi di mana sekutu NATO harus menjatuhkan sanksi satu sama lain," kata Stoltenberg.
Departemen Keuangan AS pada Senin memberlakukan sanksi terhadap Turki atas pembelian sistem pertahanan rudal S-400 Rusia.
Kementerian Luar Negeri Turki mengecam keputusan tersebut dalam sebuah pernyataan tertulis yang mengatakan: "Kami mengutuk dan menolak keputusan untuk menjatuhkan sanksi sepihak terhadap Turki."
Sanksi bedasarkan Undang-Undang Penentang Lawan Amerika Melalui Sanksi (CAATSA) itu menargetkan Direktorat Industri Pertahanan (SSB) Turki, termasuk Ismail Demir, kepala SSB, dan tiga pejabat lainnya.
Mengungkapkan keprihatinan atas konsekuensi dari keputusan Turki untuk membeli S-400 Rusia, Stoltenberg mengatakan pembicaraan sebelumnya tentang kemungkinan pengiriman sistem NATO, seperti Patriot atau SAMP-T, yang merupakan sistem yang dapat meningkatkan pertahanan udara Turki, tetapi juga kompatibel dan mungkin untuk diintegrasikan dalam pertahanan udara dan rudal NATO.
Ketika berupaya untuk membeli sistem pertahanan udara Patriot dari AS yang tak larut-larut membuahkan hasil, Turki pada April 2017 menandatangani kontrak dengan Rusia untuk membeli rudal S-400.
Akuisisi Turki atas sistem pertahanan udara S-400 Rusia yang canggih mendorong AS untuk menghapus Turki dari program F-35 pada Juli 2019.
AS mengklaim sistem tersebut dapat digunakan oleh Rusia secara diam-diam untuk mendapatkan informasi rahasia pada jet tersebut dan tidak sesuai dengan sistem NATO.
Turki pun membantah bahwa S-400 tidak akan diintegrasikan ke dalam sistem NATO dan tidak akan menimbulkan ancaman bagi aliansi tersebut, dan mengusulkan komite untuk memeriksa masalah tersebut.
Negara itu juga mengatakan pihaknya membeli sistem Rusia setelah AS selama bertahun-tahun menolak upayanya untuk membeli rudal Patriot AS.