Muhammad Abdullah Azzam
09 Oktober 2020•Update: 09 Oktober 2020
Sarp Ozer
ISTANBUL
Armenia harus menarik diri dari wilayah Azerbaijan yang didudukinya sebelum pembicaraan tentang gencatan senjata, kata menteri pertahanan Turki pada Kamis.
"Mereka yang tetap diam terhadap tanah Azerbaijan yang diduduki harus memastikan mundurnya Armenia dari Karabakh daripada menyerukan gencatan senjata," kata Hulusi Akar pada sebuah acara di kota Istanbul.
Dia mengatakan bungkam terhadap pendudukan Armenia atas wilayah Azerbaijan di Karabakh dan pembantaian warga sipil merupakan sebuah "kemunafikan".
Sekarang ada peluang baru untuk solusi yang langgeng untuk masalah Karabakh, kata dia menambahkan bahwa Azerbaijan tidak bisa membuang waktu selama 30 tahun lagi.
Hubungan antara kedua republik itu tegang sejak 1991, ketika militer Armenia menduduki Karabakh Atas, wilayah yang diakui secara internasional di Azerbaijan.
Bentrokan baru meletus pada 27 September, dan sejak itu Armenia melanjutkan serangan terhadap warga sipil dan pasukan Azerbaijan.
OSCE Minsk Group - diketuai bersama oleh Prancis, Rusia, dan AS - dibentuk pada tahun 1992 untuk menemukan solusi damai untuk konflik tersebut, tetapi tidak berhasil. Gencatan senjata disepakati pada 1994.
Banyak kekuatan dunia, termasuk Rusia, Prancis, dan AS, mendesak gencatan senjata baru. Turki, sementara itu, mendukung hak Azerbaijan untuk membela diri dan menuntut penarikan pasukan pendudukan Armenia.