Gulsen Topcu
05 Februari 2018•Update: 05 Februari 2018
Gulsen Topcu
ISTANBUL
Koalisi Nasional untuk Revolusi Suriah dan Pasukan Oposisi meminta Dewan Keamanan PBB mengambil langkah darurat mengakhiri serangan dari Rusia dan rezim Suriah yang terus dihadapi Idlib.
Permohonan Koalisi Nasional Suriah ini datang menyusul sejumlah serangan beruntun di beberapa titik di Idlib, yang mendorong mereka meminta PBB turut campur tangan dan mengambil keputusan langsung terhadap Rusia.
"Kami berharap komunitas internasional mengambil aksi di sejumlah tingkat untuk mengecam serangan-serangan itu serta menyelamatkan warga sipil di Idlib, Ghouta dan seluruh Suriah dan juga menghentikan serangan itu," bunyi pernyataan mereka.
Mereka juga mengatakan rezim Assad menyerang warga di Distrik Saraqib, Idlib dengan gas klorin dan "sekian kali melanggar" resolusi PBB.
Pada Minggu, pesawat-pesawat tempur Rusia melakukan 40 serangan di Distrik Kafr Nabl, Maarrat al-Numan, Morek, Khan Shaykun dan Umm al-Halihan, menurut koalisi itu.
Pasukan Sipil Suriah atau White Helmets mengatakan delapan orang tewas dan setidaknya 50 terluka pada Minggu ketika serangan gas klorin diluncurkan oleh rezim Assad di Saraqib.
Provinsi Idlib terletak di utara Suriah dekat perbatasan Turki dan dijadikan "zona de-eskalasi". Namun provinsi yang dikendalikan oleh kelompok bersenjata anti-rezim itu menghadapi serangan udara intens selama dua bulan terakhir.
Pada Januari saja, 211 penduduk tewas dan 1.447 lainnya terluka.
Perang sipil merebak di Suriah pada Maret 2011, ketika rezim Bashar al-Assad mulai menindak keras demonstrasi pro-demokrasi.
Ratusan ribu warga sipil menjadi korban konflik itu yang melibatkan pasukan koalisi menyerang oposisi. Jutaan lainnya terpaksa melarikan diri dan mengungsi.