Andac Hongur dan Ismail Ozdemir
05 Februari 2018•Update: 05 Februari 2018
Andac Hongur dan Ismail Ozdemir
ISTANBUL
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Minggu mengatakan kunjungan resminya ke Vatikan adalah "kesempatan penting" untuk menyebar pesan perdamaian.
Erdogan dijadwalkan mengunjungi Vatikan dan Roma pada Minggu dan Senin. Kunjungan itu adalah kunjungan Presiden Turki pertama ke Vatikan dalam 59 tahun terakhir.
"Saya melihat ini sebagai kesempatan penting untuk menekankan nilai-nilai kemanusiaan dan menyebarkan pesan persahabatan dan perdamaian," kata Erdogan kepada wartawan.
Dia juga menjelaskan isu-isu yang akan dirundingkannya dengan Paus Fransiskus.
"Kami akan membicarakan Palestina, Yerusalem, Suriah, Irak, anti-terorisme, isu pengungsi dan bantuan kemanusiaan," terangnya.
Erdogan mengatakan sejak Paus Fransiskus memimpin Gereja Katolik pada 2013, dia memainkan peran aktif dalam isu-isu dunia hingga mendapatkan pujian secara global.
"Kami menerima baik pandangannya mengenai isu Yerusalem. Kami berbincang lewat telepon beberapa kali pada saat itu dan pemikirannya yang positif menunjukkan kami bisa bekerja sama," kata Erdogan.
Selain Erdogan, Paus Fransiskus menjadi salah satu figur penting dunia yang turut mengkritik keputusan AS mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel Desember lalu.
"Kami juga akan bertukar pendapat mengenai meningkatnya sentimen Islamofobia di dunia Barat dan memerangi rasisme," tambahnya.
Dalam kunjungan dua harinya itu Erdogan juga akan bertemu Presiden Italia Sergio Mattarella di Roma dan juga Perdana Menteri Italia Paolo Gentiloni secara terpisah.
Selama pertemuan itu, kedua pemimpin akan membahas kerja sama di sejumlah bidang, termasuk ekonomi dan industri pertahanan.
Mereka juga diperkirakan akan membahas perkembangan di Suriah, Irak dan Lebanon, Yerusalem, hubungan Turki-UE, kerja sama anti-teror dan pengungsi.
Erdogan mengatakan dia berharap nilai dagang antara Turki dan Italia bisa naik dari USD 20 miliar menjadi USD 30 miliar sebelum 2020.
"Kami juga akan membahas langkah-langkah yang harus diambil untuk menjadikan itu realita," kata Erdogan.