Muhammad Abdullah Azzam
04 Maret 2019•Update: 05 Maret 2019
Emre Aytekin
MUZAFFERABAD
Pakistan mengevakuasi warga sipil yang berada di wilayah Azad Kashmir ke tempat yang aman di tengah ketegangan antara Pakistan dan India.
Hampir 200 keluarga di wilayah Azad Kashmir, Pakistan dievakuasi dari rumah mereka ke tiga tempat berlindung yang didirikan oleh pemerintah.
Pejabat pemerintah Pakistan, Muazzam Zafer mengungkapkan warga yang berhadapan dengan ancaman serangan udara dari wilayah India itu akan ditempatkan di tiga bangunan tempat berlindung yang telah didirikan oleh pemerintah.
Ketegangan antara kedua negara tetangga nuklir itu meningkat setelah pemboman bunuh diri di Jammu dan Kashmir yang menewaskan lebih dari 40 pasukan paramiliter India pada 14 Februari.
Kelompok militan Jaish-e-Mohammad (JEM) mengaku bertanggung jawab atas serangan itu, yang menurut India mempunyai markas di Pakistan, tuduhan yang kemudian dibantah Islamabad.
Pakistan telah melarang JEM dan menyatakannya sebagai organisasi teroris sejak 2002.
Jammu dan Kashmir, sebuah wilayah di Himalaya yang mayoritas penduduknya Muslim, dikuasai oleh India dan Pakistan sebagian dan diklaim oleh keduanya secara penuh. Sebagian kecil Kashmir juga dikuasai oleh China.
Sejak mereka berpisah pada 1947, India dan Pakistan telah berperang sebanyak tiga kali - pada 1948, 1965 dan 1971 - dua di antaranya memperebutkan Kashmir.