Maria Elisa Hospita
26 Agustus 2019•Update: 27 Agustus 2019
Islamuddin Sajid
ISLAMABAD, Pakistan
Menteri Luar Negeri Pakistan Shah Mahmood Qureshi mengklaim bahwa India tengah bersiap mengerahkan "perusuh" untuk melakukan pembantaian massal di Kashmir.
"Situasi di Kashmir semakin memburuk dari hari ke hari. Kami bahkan mendapat laporan bahwa partai yang berkuasa di India, BJP [Partai Bharatiya Janata], sedang bersiap untuk mengerahkan perusuh RSS [Rashtriya Swayamsevak Sangh] di Kashmir untuk melakukan pembantaian orang-orang tak berdosa di sana," kata dia dalam sebuah pernyataan yang disiarkan di televisi milik pemerintah Pakistan.
Dia menambahkan bahwa ini adalah tanggung jawab masyarakat internasional untuk menghentikan pemerintah India dan menyelamatkan nyawa orang-orang Kashmir.
Rashtriya Swayamsevak Singh adalah organisasi supremasi Hindu terkemuka yang melahirkan partai yang berkuasa di India, Partai Bharatiya Janata
Dalam pernyataan itu, Qureshi mengapreasiasi orang-orang Turki yang telah menggelar aksi protes besar-besaran di Istanbul dan Ankara untuk mendukung saudara-saudari Muslim mereka di Kashmir.
"Saya berterima kasih kepada orang-orang dari negara-negara Islam, khususnya warga Turki, yang menunjukkan solidaritas dengan orang-orang Kashmir dan menyuarakan protes terhadap tindakan ilegal pemerintah India," kata Qureshi.
Ketegangan memuncak di Jammu dan Kashmir yang dikelola India sejak 5 Agustus, yakni ketika New Delhi memutuskan untuk mencabut status quo wilayah itu.
India dan Pakistan sama-sama mengelola sebagian wilayah Kashmir, tetapi keduanya mengklaimnya secara penuh.
Menurut beberapa kelompok hak asasi manusia, ribuan orang telah tewas akibat konflik di wilayah tersebut sejak 1989.