Rhany Chairunissa Rufinaldo
16 Januari 2019•Update: 16 Januari 2019
Michael Hernandez
WASHINGTON
Negara Palestina secara resmi menjadi ketua kelompok negara berkembang G-77 pada Selasa.
Palestina secara resmi menggantikan Mesir dalam memimpin organisasi antar pemerintah terbesar di negara-negara berkembang.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan kepemimpinan Presiden Palestina Mahmoud Abbas adalah sebuah penegasan yang jelas dari komitmen kuat Negara Palestina kepada kepresidenan yang efektif.
"Palestina dan warganya memiliki pengalaman langsung dalam menghadapi sejumlah masalah global paling menantang dan dramatis. Anda berada di posisi yang tepat untuk mengambil kepemimpinan kelompok negara-negara penting ini," kata Guterres pada upacara penyerahan kepemimpinan.
Abbas berjanji bahwa kepemimpinan Palestina di G-77 akan didedikasikan untuk melindungi kepentingan kelompok dan mengecam Israel.
"Berlanjutnya kolonisasi dan pendudukan Israel atas Palestina merusak perkembangan dan kapasitas kami untuk kerja sama dan koordinasi serta menghalangi pembangunan masa depan yang kohesif untuk semua orang di kawasan itu," ujarnya di markas PBB New York.
"Upaya perdamaian dan keamanan di Timur Tengah akan secara signifikan meningkatkan peluang untuk pembangunan berkelanjutan bagi semua negara di kawasan ini," tambah Abbas.
Sebagai ketua G-77, Palestina - yang merupakan negara pengamat non-anggota PBB - akan dapat bertindak sebagai negara anggota dan menggunakan haknya untuk menjawab sebagai anggota blok.
Palestina telah menjadi negara pengamat non-anggota sejak 2012 dan memiliki hak untuk memilih pada sejumlah resolusi Majelis Umum dan berpartisipasi dalam organisasi PBB.
*Betul Yuruk berkontribusi pada berita ini dari PBB