Mahmoud Mohamed Barakat
22 September 2021•Update: 28 September 2021
TRIPOLI, Libya
Parlemen Libya pada Selasa menarik mosi kepercayaan dari pemerintah persatuan Perdana Menteri Abdul Hamid Dbeibeh.
Parlemen memutuskan untuk menarik kepercayaan dari pemerintah di mana mayoritas 89 dari 113 anggota parlemen menghadiri sidang ini, kata juru bicara parlemen Abdullah Belhaiq di Facebook. Dia tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang keputusan itu.
Dewan Tinggi Negara Libya mengkritik langkah tersebut, di mana juru bicaranya Muhammad Abdel Nasser mengatakan bahwa mereka menolak prosedur penarikan kepercayaan dari pemerintah persatuan nasional, dan menganggapnya batal karena melanggar deklarasi konstitusional dan kesepakatan politik.
Tidak ada komentar dari pemerintah persatuan tentang langkah tersebut.
Sementara itu, 38 anggota parlemen menandatangani petisi menentang langkah parlemen yang menarik mosi kepercayaan dari pemerintah, kata saluran TV lokal Al-Ahrar.
Setidaknya 65 walikota dari 116 kota di Libya mengumumkan penolakan mereka terhadap mosi tersebut, dan mengatakan itu tidak memiliki dasar konstitusional atau hukum dan "bertujuan hanya untuk menabur kekacauan."
Ketegangan meningkat antara parlemen Libya, Dewan Tinggi Negara, dan pemerintah persatuan atas kekuasaan dan undang-undang pemilihan.
Langkah yang diambil pada Selasa oleh parlemen mengancam rencana pemilihan parlemen dan presiden negara itu pada 24 Desember.
Sementara itu, Jenderal Khalifa Haftar yang memberontak masih bertindak secara terpisah dari pemerintah persatuan dan mengklaim sebagai "panglima tertinggi Tentara Nasional Libya.”