Husni Nadim, Sahin Demir
08 Agustus 2026•Update: 08 Agustus 2026
Pasukan Israel bersama para pemukim melancarkan serangkaian penggerebekan dan serangan di lima komunitas Palestina yang tersebar di empat kegubernuran di Tepi Barat yang diduduki pada Jumat (7/8), menurut sumber-sumber setempat.
Insiden tersebut terjadi di wilayah Nablus, Ramallah dan Al-Bireh, Jenin, serta Hebron. Aksi itu meliputi penangkapan, penahanan, pemberitahuan pembongkaran bangunan, hingga serangan oleh pemukim Israel.
Di Kegubernuran Nablus, pasukan Israel menggerebek Desa Iraq Burin di selatan kota dan memicu bentrokan dengan pemuda Palestina. Menurut sumber setempat, tentara Israel melepaskan tembakan peluru tajam saat penggerebekan berlangsung.
Di kota Beit Furik yang berada di dekatnya, warga Palestina menghadapi serangan pemukim Israel yang memasuki wilayah timur kota.
Sementara itu, di Kegubernuran Ramallah dan Al-Bireh, pasukan Israel menangkap seorang pemuda Palestina dalam penggerebekan di Desa Al-Mughayyir, timur laut Ramallah. Sejumlah warga lainnya juga dilaporkan ditahan dan mengalami tindakan kekerasan selama operasi tersebut.
Sumber setempat juga menyebut para pemukim mendirikan sebuah tenda di atas lahan milik warga Palestina di sebelah barat Al-Mughayyir.
Di Kegubernuran Jenin, Mohammed Abu Mualla beserta keluarganya terpaksa meninggalkan peternakan unggas mereka di Kota Qabatiya setelah menerima surat pemberitahuan pembongkaran dari militer Israel.
Sementara di Kegubernuran Hebron, para pemukim menyerbu Desa Tuba di kawasan Masafer Yatta, dua hari setelah membakar sejumlah rumah di desa tersebut.
Komisi Palestina untuk Perlawanan terhadap Tembok dan Permukiman menyatakan para pemukim Israel telah melakukan 3.488 serangan di seluruh wilayah Tepi Barat yang diduduki sepanjang paruh pertama 2026. Serangan-serangan tersebut menewaskan 17 warga Palestina serta menyebabkan 26 komunitas Badui dan penggembala mengungsi, baik sebagian maupun seluruhnya.
Komisi itu juga mencatat sedikitnya 42 pos permukiman ilegal baru didirikan, sebagian besar berupa permukiman penggembalaan.
Sejak Israel melancarkan perang di Jalur Gaza pada Oktober 2023, militer Israel dan para pemukim meningkatkan operasi serta serangan di Tepi Barat. Menurut data resmi Palestina, sedikitnya 1.182 warga Palestina tewas, sekitar 13.000 orang terluka, dan hampir 25.000 orang ditangkap selama periode tersebut.