Muhammad Abdullah Azzam
26 Juli 2019•Update: 26 Juli 2019
Enes Canlı
ANKARA
Pesawat tempur pasukan Pemerintah Kesepakatan Nasional Libya (GNA) menghantam pesawat tanpa awak, pesawat kargo militer dan sistem pertahanan milik pasukan Khalifa Haftar yang digunakan untuk membombardir ibu kota Tripoli.
Dalam website resmi operasi militer "Burkan al-Ghadab", GNA mengumumkan telah menyerang Pangkalan Udara Al Jufra milik pasukan Hafter pada malam hari.
Saksi mata di daerah itu mengatakan suara ledakan berlanjut di bandara tersebut hingga pagi dini hari.
Haftar menggunakan bandara tersebut untuk mengoperasikan pesawat tanpa awak yang digunakan untuk menyerang wilayah sipil di ibu kota.
Libya masih dilanda krisis kekerasan sejak 2011, ketika pemberontakan yang didukung NATO menyebabkan penggulingan dan terbunuhnya Presiden Muammar Khaddafi setelah empat dekade berkuasa.
Sejak itu, perpecahan politik Libya menghasilkan dua kursi kekuasaan saingan - satu di Al-Bayda dan satu lagi di Tripoli - bersama dengan sejumlah kelompok milisi bersenjata berat.
Pada Senin, Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) yang diakui PBB mengatakan sedikitnya 76 orang, termasuk 24 warga sipil, tewas sejak bentrokan pecah di Tripoli.
GNA menuduh pasukan pimpinan Haftar yang berbasis di Libya Timur berada dibalik serangan tersebut.
Pemimpin pasukan militer di timur Libya Komandan Khalifa Haftar menginstruksikan penyerangan pada 4 April untuk mengambil alih ibu kota Tripoli, sedang pasukan GNA meluncurkan operasi "Burkan al-Ghadab".