Rhany Chairunissa Rufinaldo
01 Agustus 2019•Update: 02 Agustus 2019
Fatih Hafiz Mehmet
ANKARA
Kantor Komisaris Tinggi untuk Hak Asasi Manusia PBB mendesak Israel untuk menghentikan upayanya mendeportasi jurnalis foto Anadolu Agency.
Dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Rabu, badan PBB itu mengatakan pada malam 21-22 Juli, pihak berwenang Israel berusaha untuk mendeportasi jurnalis foto Mustafa Kharouf ke Yordania, sebuah negara di mana dia tidak memiliki hak untuk tinggal.
"Upaya pemerintah Israel untuk mendeportasi Al-Kharouf ke Yordania, tempat dia belum pernah tinggal dan tidak memiliki hak tempat tinggal secara hukum, menimbulkan keprihatinan serius di bawah hukum humaniter internasional dan hukum hak asasi manusia internasional," kata Michael Lynk, pelapor khusus PBB tentang situasi hak asasi manusia di Palestina.
Pernyataan itu mengatakan bahwa Kharouf sebelumnya telah diperiksa dan ditanyai tentang sifat karyanya sebagai jurnalis foto.
David Kaye, pelapor khusus PBB soal promosi dan perlindungan hak atas kebebasan berpendapat dan berekspresi, menambahkan bahwa penahanan dan deportasi Al-Kharouf secara langsung mengganggu pelaksanaan hak-hak kebebasan berpendapat dan ekspresi yang sah sebagai jurnalis foto.
Pernyataan itu mengatakan kedua pelapor mendesak Israel untuk tidak secara sewenang-wenang merampas kebebasan Kharouf, tetapi sebaliknya harus memastikan bahwa hak kebebasan berpendapat dan berekspresinya dilindungi.
Residensi jangka panjang ditolak
Kharouf, 32, ditahan oleh polisi Israel di Yerusalem Timur pada Januari dan mendekam di penjara sebelum rencana deportasinya ke Yordania.
Pihak berwenang Israel mengatakan bahwa Kharouf, yang tinggal di Yerusalem bersama keluarganya sejak berusia 12 tahun, lahir di Aljazair.
Selama 20 tahun terakhir, otoritas Israel telah secara konsisten menolak untuk memberikan Kharouf izin tinggal jangka panjang, memaksanya untuk mengurus visa turis baru setiap tahun.
Kharouf memiliki jenis paspor Yordania yang hanya memungkinkannya untuk bepergian ke negara-negara tetangga, tetapi tidak memberinya kewarganegaraan atau hak tinggal di negara itu.
Kharouf telah bekerja untuk Anadolu Agency sebagai fotografer sejak Agustus 2018.