Muhammad Abdullah Azzam
09 September 2020•Update: 09 September 2020
Peter Kenny
JENEWA
Pengadilan Saudi yang menghukum delapan orang karena membunuh jurnalis Jamal Khashoggi hampir dua tahun lalu kurang transparan, kata PBB pada Selasa.
Rupert Colville, juru bicara Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, ditanya oleh Anadolu Agency apakah PBB akan mengutuk keputusan pengadilan Saudi, yang menurut penyelidik PBB Agnes Callamard sebagai "parodi keadilan" dan terhindar dari "komplotan tingkat tinggi.”
"Ini adalah kejahatan yang sangat parah dan mengerikan, kejahatan yang menghebohkan," ungkap Colville.
Colville menyebut ini adalah kasus di mana tidak ada transparansi yang layak dalam proses peradilan dan jelas mereka yang bertanggung jawab harus dituntut, dan, dan diberikan hukuman yang sesuai dengan kejahatannya.
Dia mengatakan bahwa dalam kasus seperti itu, "hukuman penjara yang sangat lama" akan sesuai.
Tapi ada masalah transparansi menyeluruh dalam pelaksanaan kasus ini, yang telah dibahas Callamard dengan sangat rinci.
Kolumnis The Washington Post berusia 59 tahun itu dibunuh dan dipotong-potong oleh kelompok operasi intelijen Saudi tak lama setelah dia memasuki konsulat negara itu di Istanbul, Turki pada 2 Oktober 2018.
Riyadh menawarkan narasi yang saling bertentangan untuk menjelaskan hilangnya dia sebelum mengakui bahwa dia dibunuh di gedung diplomatik dalam "operasi nakal".
Pada Senin, Pengadilan Kriminal Riyadh meringankan hukuman mati, dan menjatuhkan hukuman penjara hingga 20 tahun kepada para terdakwa, yang diampuni oleh keluarga jurnalis.
Mereka sempat dijatuhi hukuman mati tahun lalu.
"Jaksa Saudi melakukan satu tindakan lagi hari ini dalam parodi keadilan ini. Tetapi putusan ini tidak memiliki legitimasi hukum atau moral," cuit Callamard, pelapor khusus PBB soal eksekusi di luar hukum.
"Mereka datang pada akhir proses yang tidak adil, atau transparan," ujar dia.
"Kelima pembunuh bayaran itu dijatuhi hukuman 20 tahun penjara, tetapi pejabat tingkat tinggi yang mengatur eksekusi Jamal Khashoggi hidup bebas sejak awal - hampir tidak tersentuh oleh penyelidikan dan persidangan," kata Callamard dalam tweet lain.
"Adapun tanggung jawab individu dari orang yang berada di posisi tertinggi negara, Putra Mahkota Mohammed bin Salman, dia tetap terlindungi dengan baik dari segala jenis pengawasan di negaranya."
Callamard menekankan bahwa keputusan pada Senin kemarin seharusnya tidak mengurangi tekanan pada pemerintah untuk mengungkap penjahat sejati.