Rhany Chairunissa Rufinaldo
18 September 2018•Update: 18 September 2018
Betul Yuruk
NEW YORK
Pertemuan antara Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan rekannya dari Rusia, Vladimir Putin, tentang Suriah "sangat penting", kata seorang pejabat PBB pada Senin.
Juru bicara Sekjen PBB Stephane Dujarric mengatakan bahwa pembicaraan itu akan memiliki dampak "positif" terhadap warga sipil di Provinsi Idlib di barat laut Suriah karena mereka berada dalam "risiko besar".
Pernyataannya disampaikan setelah Turki dan Rusia pada Senin setuju untuk mengubah Idlib menjadi zona demiliterisasi.
Ankara dan Moskow menandatangani nota kesepahaman yang menyerukan stabilisasi situasi di zona de-eskalasi Idlib, di mana tindakan agresi dilarang.
Penasihat Senior Utusan Khusus PBB untuk Suriah Jan Egeland pada Senin mendesak pemerintah Suriah dan oposisi bersenjata untuk menghormati kesepakatan dan tidak memprovokasi pertumpahan darah dan memungkinkan akses kemanusiaan.
"Pada akhirnya, harapan untuk 3 juta warga sipil Suriah di Idlib: Rusia dan Turki menyetujui rencana yang dapat mencegah perang mengerikan di antara orang-orang yang terlantar," cuit Egeland Twitter.
*Diyar Guldogan dari Ankara berkontribusi pada berita ini