Rhany Chairunissa Rufinaldo
15 Maret 2019•Update: 15 Maret 2019
Umar Farooq
WASHINGTON
Dua pejabat tinggi pertahanan Amerika mengkritik pekerjaan Google di China pada Kamis, mengatakan hal itu secara tidak langsung menguntungkan militer negara itu.
Bersaksi di hadapan Komite Angkatan Bersenjata Senat, Penjabat Sekretaris Pertahanan Patrick Shanahan dan Ketua Gabungan Kepala Staf Jenderal Joseph Dunford ditanyai tentang peran yang dimainkan perusahaan-perusahaan AS dalam mendukung militer Beijing.
Dalam sebuah pernyataan yang disampaikan kepada komite sebelum sidang, Shanahan mengatakan sejumlah perusahaan Amerika telah menyuarakan keprihatinan tentang upaya untuk mengembangkan teknologi canggih dengan Pentagon sambil terus bekerja dengan China.
"Saya pikir kita berbicara tentang Google dan dukungan mereka kepada China dan kurangnya dukungan mereka untuk Departemen Pertahanan," katanya ketika ditanya apa yang dia maksud dengan pernyataannya.
Tahun lalu, Google menolak kontrak komputasi awan senilai USD10 miliar dengan Pentagon, mengatakan pedoman etika baru perusahaan tentang kecerdasan buatan kemungkinan tidak selaras dengan proyek itu.
Perusahaan teknologi itu sebelumnya mengumumkan tidak akan memperpanjang kontrak untuk membantu militer AS menganalisis citra pesawat tak berawak di bawah program yang disebut Project Maven.
Sementara itu, Google masih bekerja pada Project Dragonfly, sebuah upaya yang dilakukan bersama pemerintah China untuk mengembangkan mesin pencari yang disensor yang akan memblokir situs-situs tertentu.
“Penggabungan bisnis komersial dengan militer sangat penting. Sekitar USD5 triliun dari total ekonomi mereka berasal dari perusahaan milik negara, jadi teknologi yang dikembangkan di dunia sipil akan ditransfer ke dunia militer," kata Shanahan.
Selama persidangan, Senator Republik Josh Hawley menyebut Google sebagai perusahaan yang seharusnya berbendera Amerika.
"Pekerjaan yang dilakukan Google di China secara tidak langsung menguntungkan militer negara itu," kata Dunford.
"Kami menyaksikan dengan penuh perhatian ketika mitra industri yang bekerja di China mengetahui manfaat tidak langsung itu," tambahnya.