Muhammad Abdullah Azzam
03 Februari 2021•Update: 04 Februari 2021
Zafer Fatih Beyaz
ANKARA
Juru Bicara Kepresidenan Turki Ibrahim Kalin dan Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat (AS) Jake Sullivan membahas hubungan bilateral melalui telepon, menurut sebuah pernyataan resmi pada Selasa.
Selain topik hubungan Turki-AS, para pejabat tinggi juga membahas Mediterania Timur, Siprus, Afghanistan, Karabakh Atas, Suriah, Libya, dan pandemi Covid-19 selama percakapan hampir 1 jam.
Kedua pejabat sepakat untuk memperkuat dialog politik mengenai Suriah dan Libya, dan mencatat bahwa pertarungan bersama dan efektif sangat penting dalam menghadapi kelompok teror.
Mereka juga membahas situasi terbaru di kota Idlib barat laut Suriah, di mana para pejabat berpendapat masuknya pengungsi baru akan memicu ketidakstabilan regional dan krisis kemanusiaan yang membutuhkan tindakan nyata dan cepat.
Lebih lanjut, pembicaraan eksplorasi antara Turki dan Yunani diharapkan dapat berkontribusi pada perdamaian dan stabilitas di Mediterania Timur, menurut pernyataan tersebut.
Kalin dan Sullivan sepakat untuk memperkuat aliansi NATO, dan mengambil langkah-langkah yang mendorong perdamaian dan stabilitas regional dan global.
Kedua pejabat juga menyoroti pentingnya memperkuat hubungan Turki-AS di periode mendatang, tetap berhubungan dekat, dan menggunakan saluran dialog yang terbuka untuk kerja sama yang konstruktif.
Menurut pernyataan tersebut, Turki juga menyambut baik keputusan AS untuk kembali ke Perjanjian Paris (COP21) dan sangat penting untuk memiliki solidaritas internasional dalam konteks memerangi perubahan iklim.
Pernyataan tersebut menyimpulkan bahwa upaya bersama sangat penting untuk menyelesaikan perselisihan melalui perspektif baru, mengenai masalah-masalah seperti pengadaan sistem pertahanan S-400, penghapusannya dari program jet tempur F-35, dan dukungan AS untuk YPG yang dipandang Turki sebagai cabang kelompok teror PKK di Suriah.