Pembahasan senjata kimia Suriah di PBB berlangsung panas
Perwakilan AS dan Rusia, yang menampilkan dua rancangan keputusan berbeda, terlibat adu mulut.
Rıskı Ramadhan
09 November 2017•Update: 09 November 2017
New York
Betül Yürük
PERSERIKATAN BANGSA-BANGSA
Rusia terlibat debat di Dewan Keamanan PBB (DK PBB) dengan perwakilan-perwakilan negara Barat yang menuntut rezim Suriah bertanggung jawab atas kejahatannya.
DK PBB membahas perpanjangan masa tugas Joint Investigation Mechanism (JIM) yang merupakan misi PBB untuk menyelidiki penggunaan senjata kimia di Suriah. Perwakilan AS dan Rusia, yang menampilkan dua rancangan keputusan berbeda, terlibat adu mulut.
Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley mengatakan misi PBB telah menyelesaikan penyelidikan dan tugasnya.
“Sekarang giliran kita untuk bekerja,” kata Haley.
Haley menegaskan laporan penggunaan senjata kimia di Suriah sejak 2012 tidak bisa diabaikan begitu saja.
Menemukan pelaku serangan ini sangat penting untuk mengakhiri pengguna senjata kimia, PBB mendirikan JIM untuk itu, kata dia
“Masa tugas JIM harus diperpanjang setidaknya satu tahun lagi, tapi Rusia terus menggunakan bahasa yang tidak dapat diterima untuk menghentikan penyelidikan,” kata dia.
Menanggapi rancangan Rusia, Duta Besar Inggris untuk PBB Jonathan Allen menuduh negeri beruang merah itu menutupi kejahatan rezim Suriah.
“Saya ingin mengatakan kepada pemerintah Suriah, saat ini Rusia melindungi kalian. Tapi hari pertanggungjawaban atas kejahatan kemanusiaan kalian akan tiba,” ujar Allen.
Rancangan yang dipaparkan AS kepada PBB minggu lalu telah direvisi dengan permohonan perpanjangan masa tugas misi PBB yang awalnya dua tahun menjadi 18 bulan. Rancangan tersebut mendapat dukungan dari Perancis dan negara barat lainnya.
Sementara itu, Duta Besar Rusia untuk PBB Vladimir Safronkov menuding laporan PBB hanyalah "rekayasa".
Safronkov mengatakan, Rusia telah membuat rancangan yang akan memperbaiki kesalahan dalam penyelidikan penggunaan senjata kimia di Suriah.
Menurut dia, jika mekanisme penyelidikan tidak diubah, penyelidikan ini akan berubah menjadi alat untuk meminta tanggung jawab dari pejabat Suriah.
Safronkov mengkritik misi PBB karena membuat laporan "dengan sumber yang perlu dipertanyakan kebenarannya” tanpa mengunjungi lokasi penggunaan senjata kimia.
Sedangkan Ketua JIM Edmon Mulet mengatakan gas sarin di Khan Sheikhun diluncurkan dari udara. Analisis gas yang digunakan di Khan Sheikhun cocok dengan gas yang dimiliki rezim.
Pembahasan senjata kimia Suriah di PBB berlangsung panas