Rhany Chairunissa Rufinaldo
30 Juli 2019•Update: 01 Agustus 2019
Viola Fahmy
TRIPOLI
Seorang komandan militer Libya pada Selasa menuduh Khalifa Haftar, yang memimpin pasukan saingan di Libya Timur, membawa pasukan asing untuk menyerang Ibu Kota Tripoli.
"Ada informasi intelijen tentang peluncuran serangan udara [di Tripoli] dengan membawa pihak asing [ke Libya]," kata Osama al-Juwaili, komandan militer Zona Barat dari Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) yang diakui PBB.
Namun, dia tidak menjelaskan identitas pasukan asing tersebut, mengatakan bahwa pihaknya telah mengambil langkah-langkah tak terduga untuk menghadapi kemungkinan serangan.
Sejak awal April, pasukan pimpinan Khalifa Haftar, yang bermarkas di Libya Timur, mengumumkan kampanye untuk mengambil alih Tripoli dari pasukan pemerintah yang diakui oleh PBB (GNA).
Menurut WHO, bentrokan antara kedua pihak telah menyebabkan lebih dari 1.000 orang tewas dan sekitar 5.500 lainnya terluka.
Libya dilanda gejolak sejak 2011 ketika pemberontakan yang didukung NATO menyebabkan kematian Muammar Khaddafi yang telah berkuasa selama lebih dari empat dekade.
Krisis politik negara itu telah menghasilkan dua kursi kekuasaan yang saling bersaing, satu di Tobruk yang dipimpin oleh Haftar, dan satu lagi di Tripoli yang diakui PBB.