Servet Günerigök
27 Oktober 2019•Update: 28 Oktober 2019
Servet Gunerigok
WASHINGTON
Pemimpin kelompok teror Daesh, yang keberadaannya tidak diketahui sejak lama, sudah mati, menurut majalah berita AS, Newsweek.
Mengutip dua sumber anonim dari Pentagon dan Angkatan Darat, dikatakan militer AS melakukan serangan operasi khusus terhadap Abu Bakar al-Baghdadi di provinsi Idlib barat laut Suriah.
Presiden AS Donald Trump men-tweet: "Sesuatu yang sangat besar baru saja terjadi!" Sabtu malam, ketika laporan itu mengatakan operasi berakhir.
"Trump menyetujui misi hampir seminggu sebelum misi itu terjadi," kata laporan tersebut.
Baghdadi tewas dalam serangan itu, kata Newsweek, mengutip sumber Angkatan Darat AS yang diberi pengarahan tentang hasil operasi.
"Dan Departemen Pertahanan mengatakan kepada Gedung Putih bahwa mereka memiliki 'kepercayaan tinggi' bahwa target bernilai tinggi yang terbunuh adalah Baghdadi tetapi verifikasi lebih lanjut sedang menunggu," kata Newsweek.
Sumber Pentagon mengatakan kepada Newsweek bahwa kematian Baghdadi menunggu verifikasi.
Selain itu, Trump akan membuat pernyataan utama pada jam 9 pagi, menurut Gedung Putih.
Presiden AS akan membuat pernyataan besar besok pagi pukul 9 dari Gedung Putih," kata juru bicara Gedung Putih Hogan Gidley dalam sebuah pernyataan.
Itu terjadi tak lama setelah tweet Trump.
Keberadaan dan status Baghdadi telah menjadi misteri, dan banyak klaim telah dibuat bahwa dia telah terbunuh di medan perang di Irak dan Suriah.