Maria Elisa Hospita
30 Agustus 2018•Update: 30 Agustus 2018
Ahmed Dorsen
TEHERAN
Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei memperingatkan bahwa Teheran, juga dapat menarik diri dari perjanjian nuklir 2015, jika perjanjian itu tak lagi sesuai dengan kepentingan nasionalnya.
Hal itu juga merujuk kepada proses negosiasi yang sedang berlangsung antara Teheran dengan negara-negara Uni Eropa tertentu, setelah Washington menarik diri dari perjanjian itu, pada Mei.
"Tidak masalah jika ingin negosiasi, namun tidak ada harapan dari Eropa pada masalah tertentu, seperti kesepakatan nuklir atau ekonomi," kata Khamenei, di hadapan Presiden Hassan Rouhani dan anggota Dewan Menteri Iran, Rabu.
Khamenei telah berulang kali menyuarakan penolakannya untuk menggelar perundingan - pada tingkat apa pun - dengan pemerintahan Amerika Serikat saat ini.
"Perjanjian itu hanyalah sarana untuk melindungi kepentingan nasional kami. Jika kami mencapai kesimpulan bahwa kesepakatan itu tak lagi sesuai dengan kepentingan kami, maka kami akan menarik diri," tegas Khamenei.
Pada 2015, Iran menandatangani perjanjian nuklir dengan kelompok negara P5+1 (lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB dan Jerman).
Kemudian pada Mei tahun ini, Presiden AS Donald Trump secara sepihak menarik partisipasi AS dari kesepakatan itu.
Washington kemudian memberlakukan sanksi terhadap Iran, yang menargetkan sektor perbankan negara itu.