Chandni
13 April 2018•Update: 14 April 2018
Barry Ellsworth
TRENTON, Kanada
Persidangan terhadap seorang penembak yang membunuh enam orang dan melukai 19 lainnya di sebuah masjid di Quebec City, Kanada, berlanjut pada Kamis.
Sejumlah rekaman video dimainkan di ruang pengadilan, menunjukkan tersangka Alexandre Bissonnette menembaki jemaat di Pusat Kebudayaan Islami Quebec City dan kemudian berhenti untuk mengisi ulang senjatanya sebelumnya kembali melepaskan tembakan pada 29 Januari 2017 lalu.
Hakim Francois Huot mengatakan rekaman video itu boleh ditunjukkan di ruang pengadilan namun tidak boleh disebarluaskan karena bisa memantik lebih banyak aksi kekerasan. Namun, dia membolehkan media menggambarkan isi video itu.
Sebelum 10 video itu dimainkan, hakim juga memperingatkan adanya gambar-gambar yang mengelisahkan.
"Rekaman ini sulit ditonton dan sangat brutal," kata Huot.
Maret lalu, Bissonnette, 28 tahun, mengaku bersalah atas enam tuduhan pembunuhan dan enam tuduhan percobaan pembunuhan. Di pengadilan, dia duduk sementara rekaman itu dimainkan di ruangan yang senyap, diselingi tangisan kelurga korbam.
Jaksa penuntut mengatakan mahasiswa itu bertindak "secara metodis, strategis, dan berdarah dingin" selama melakukan penembakan yang berlangsung selama dua menit, dari pukul 19.54 hingga 19.56.
Video menunjukkan Bissonnette berjalan ke arah masjid dan mengeluarkan senjata dari kotak gitar. Dua pria yang berjalan keluar dari masjid -- Mamadou Tanou Barry, 42 tahun, dan Ibrahima Barry, 39 tahun -- ditembak mati olehnya.
Dia kemudian meletakan senjata laras panjang di tangannya dan mengeluarkan sepucuk pistol Glock, menghampiri korban-korban yang terluka di lantai dan menembaki mereka.
Tersangka kemudian masuk ke ruang ibadah dan menembaki empat pria di sana -- Azzedine Soufiane, 57 tahun, Khaled Belkacemi, 60 tahun, Aboubaker Thabti, 44 tahun, dan Abdelkrim Hassane, 41 tahun.
Kanada tidak menerapkan sistem hukuman mati. Hukuman maksimal yang bisa dijatuhkan terhadap Bissonnette adalah kurungan penjara selama 150 tahun -- masing-masing 25 tahun untuk enam tuntutan yang dihadapinya.