Rhany Chairunissa Rufinaldo
03 Mei 2019•Update: 04 Mei 2019
Mehmet Kara
ISTANBUL
Kepala Azad Jammu dan Kashmir pada Kamis mengatakan perang antara Pakistan dan India akan menjadi armageddon nuklir dan seluruh dunia akan terpengaruh.
"Jika ada konflik nuklir antara kedua negara, 20 juta orang bisa segera mati," kata Serdar Mesut Han pada konferensi yang diselenggarakan oleh Pusat Urusan Islam dan Global (CIGA).
"Konflik Kashmir harus diselesaikan dan perdamaian harus dibangun, kami tidak punya pilihan lain," tambah Han.
Dia menekankan bahwa Kashmir adalah alasan konflik politik dan militer antara Pakistan dan India sejak 1947, menegaskan bahwa solusi permanen akan menghentikan konflik ini.
"Konflik di Kashmir tidak hanya terkait dengan politik, ekonomi dan geopolitik, tetapi juga merupakan tragedi kemanusiaan," ujar Han, menyarankan agar PBB dan negara-negara tetangga dapat berkontribusi untuk solusi.
Jammu dan Kashmir, sebuah wilayah di Himalaya yang mayoritas penduduknya Muslim, dikuasai oleh India dan Pakistan sebagian dan diklaim oleh keduanya secara penuh. Sebagian kecil Kashmir juga dikuasai oleh China.
Sejak berpisah pada 1947, India dan Pakistan telah berperang sebanyak tiga kali - pada 1948, 1965 dan 1971 - dua di antaranya memperebutkan Kashmir.
Begitu juga di Gletser Siachen di Kashmir utara, pasukan India dan Pakistan telah bertempur beberapa kali sejak 1984. Gencatan senjata mulai berlaku pada 2003 lalu.
Sejumlah kelompok Kashmir di Jammu dan Kashmir berperang melawan pasukan India untuk memperjuangkan kemerdekaan, atau untuk bersatu dengan negara tetangga Pakistan.
Menurut sejumlah organisasi hak asasi manusia, ribuan orang tewas akibat konflik di wilayah itu sejak 1989.