05 Juli 2017•Update: 05 Juli 2017
Rabu (5/7) putaran kelima perundingan damai untuk mengakhiri konflik Suriah yang digelar di ibukota Kazakhstan, Astana, memasuki hari kedua.
"Negosiasi telah dimulai. Saat ini, ada pertemuan bilateral antara negosiator," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Kazakhstan, Anuar Zhainakov, seperti dikutip oleh kantor berita nasional Kazinform.
Zhainakov mengatakan, rapat pleno dijadwalkan dimulai pukul 4.00 sore, waktu setempat (1000GMT). Semua delegasi diharapkan ikut serta.
Perwakilan dari rezim Suriah, kelompok oposisi bersenjata, tiga negara penjamin - Rusia, Turki, dan Iran -, Perwakilan Khusus PBB untuk Suriah Staffan de Mistura, serta delegasi dari Yordania dan A.S. hadir.
Zhainakov mengatakan, agenda utama perbincangan adalah menentukan batas-batas zona de-eskalasi di Suriah.
Pada putaran keempat perundingan Astana pada tanggal 4 Mei, ketiga negara penjamin menandatangani kesepakatan untuk menetapkan area khusus ini.
Namun, dilaporkan pada hari Selasa, pesawat tempur rezim menyerang kota Douma, sebelah timur Damaskus, yang terletak di salah satu zona de-eskalasi, menurut seorang pejabat pertahanan sipil pro-oposisi Suriah.
Selama pembicaraan Mei, Douma ditunjuk sebagai bagian dari jaringan area dimana tindakan serangan dilarang.
Setelah gencatan senjata pada 30 Desember, putaran pertama perundingan Astana diadakan pada 23-24 Januari, ditengahi oleh Turki - yang mendukung oposisi - dan Rusia dan Iran, yang mendukung rezim Bashar al-Assad.
Suriah telah dirundung perang sipil sejak awal 2011, ketika rezim Assad melakukan tindakan atas protes pro-demokrasi. Sejak saat itu, lebih dari 250.000 orang telah terbunuh dan lebih dari 10 juta orang mengungsi, menurut PBB.