26 Juli 2017•Update: 26 Juli 2017
Laith al-Junaidi
AMMAN, Jordan
Seorang personel kemanan Israel yang berjaga ditengah-tengah insiden penembakan di Amman ditarik pulang setelah merekam kesaksiannya, demikian yang dinyatakan menteri luar negeri Yordania, Selasa.
"Yordania mengambil kesaksian dari diplomat Israel dengan persetujuan dari negaranya sebelum ia ditarik ke Israel," kata Ayman Safadi sebuah konferensi pers yang diadakan di ibukota Yordania.
Pada Minggu malam, seorang penjaga keamanan Israel menembak mati dua pekerja Yordania dalam sebuah bangunan tinggal untuk staf kedutaan Israel, setelah ia ditikam oleh salah seorang dari mereka dengan obeng.
Menurut kantor berita resmi Yordania, perselisihan meletus antara satu Yordania, yang juga tukang kayu, dan penjaga keamanan atas keterlambatannya dalam mengantarkan perabotan rumah tangga untuk pegawai kedutaan Israel yang tinggal disana.
"Pertengkaran itu meningkat ke konfrontasi fisik di mana tukang kayu menyerang dan melukai diplomat Israel yang pada gilirannya menembak tukang kayu dan pemilik apartemen," melaporkan Kantor Berita Petra.
Safadi menambahkan bahwa Yordania berkomitmen untuk melakukan penyelidikan mendalam apa yang sebenarnya terjadi.
Dia mengatakan kejahatan telah dilakukan, dan hukum merupakan konsekwensinya.
Sementara itu, Israel meminta staf kedutaannya untuk kembali ke rumah pada hari Selasa, meskipun ada perlawanan dari anggota parlemen Yordania dan masyarakat.