Maria Elisa Hospita
21 Februari 2018•Update: 21 Februari 2018
Haydar Hadi
BAGHDAD, Irak
Pemerintah Regional Kurdistan (KRG) telah sepakat untuk mengerahkan staf keamanan yang terafiliasi dengan pemerintah pusat, dan mencabut larangan penerbangan internasional dalam waktu dekat, kata Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi, Selasa.
Dalam sebuah konferensi pers di Baghdad, al-Abadi mengatakan bahwa perundingan antara Erbil dan Baghdad mengenai kontrol gerbang perbatasan, bandar udara, dan masalah lainnya telah mencapai tahap akhir.
"KRG menyetujui ketentuan staf keamanan dan bea cukai yang diajukan oleh Baghdad. Bandara dan gerbang perbatasan dikendalikan oleh pemerintah pusat, dan penerbangan internasional akan kembali beroperasi jika KRG memenuhi seluruh persyaratan Baghdad. Jika tidak, bandara akan tetap ditutup," kata al-Abadi.
Pada 29 September, pemerintah pusat Irak memberlakukan larangan atas semua penerbangan internasional, dari dan ke wilayah Kurdi.
Larangan tersebut diberlakukan setelah KRG menggelar referendum sepihak pada 25 September.
Sejak saat itu, hubungan Baghdad dan KRG memburuk.