Şerife Çetin
15 November 2017•Update: 15 November 2017
Şerife Çetin
BRUSSELS, Belgia
Perwakilan Tinggi Hubungan Luar Negeri dan Politik Keamanan Uni Eropa Federica Mogherini akan membahas situasi di Rakhine dalam kunjungannya ke Myanmar untuk menghadiri Rapat Menteri Luar Negeri Asia-Eropa ke-13 di Napypyidaw, ibukota Myanmar, 20-21 November mendatang.
Menurut pernyataan tertulis dari kantor Mogherini, sebelum ke Myanmar, Mogherini akan melakukan kunjungan kerja ke Cox’s Bazar dan mengunjungi posko pengungsian Rohingya di sana.
Mogherini akan bertemu dengan Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina dan juga lembaga bantuan kemanusiaan di sana, serta mengingatkan dukungan UE terhadap Bangladesh dalam mengatasi krisis pengungsi yang dihadapi negara tersebut saat ini.
Dalam pernyataan itu Mogherini disebutkan akan memimpin delegasi Eropa dalam rapat tersebut yang bertema “Memperkuat Kerjasama untuk Perdamaian dan Pembangunan berkelanjutan”.
“Kunjungan tersebut juga akan menawarkan kesempatan untuk membahas situasi di negara bagian Rakhine,” tulis pernyataan tadi.
Sejak 25 Agustus, lebih dari 607.000 warga Rohingya menyeberang dari Rakhine ke Bangladesh, menurut PBB.
Mereka melarikan diri dari operasi keamanan yang membunuh, menjarah rumah dan membakar desa Rohingya. Menurut Menteri Luar Negeri Bangladesh Abul Hasan Mahmood Ali, sekitar 3.000 orang Rohingya tewas dalam aksi kekerasan tersebut.
Rohingya, yang disebut PBB sebagai orang paling teraniaya di dunia, menghadapi ketakutan meningkat atas serangan yang membunuh puluhan orang pada kekerasan komunal pada 2012.
PBB telah mendokumentasikan perkosaan massal, pembunuhan –termasuk bayi dan anak-anak—pemukulan brutal dan penghilangan oleh petugas keamanan.
Dalam sebuah laporan, penyidik PBB mengatakan bahwa pelanggaran tersebut merupakan kejahatan kemanusiaan.