Muhammad Abdullah Azzam
02 September 2020•Update: 03 September 2020
Agnes Szucs
BRUSSELS
Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Josep Borrell pada Selasa bertemu dengan Perdana Menteri Libya Fayez al-Sarraj dan jajaran pemerintahannya di ibu kota Tripoli.
Para pemimpin membahas bagaimana memajukan proses politik untuk menjaga kesepakatan gencatan senjata yang diumumkan oleh pihak yang bertikai bulan lalu, ungkap Borrell di media sosial.
Borrell dan Sarraj juga berbicara tentang upaya melanjutkan negosiasi antara delegasi militer pemerintah Libya dengan jenderal Khalifa Haftar.
Borrell juga menyebut kemungkinan pencabutan sanksi terhadap perdagangan minyak, tetapi dia bersikeras untuk mempertahankan embargo senjata PBB, menyebutnya sebagai kunci "untuk mengakhiri konflik Libya."
“Libya tetap menjadi prioritas utama bagi Uni Eropa,” sebut dia menambahkan bahwa blok tersebut mendukung “dialog dan resolusi politik yang dipimpin oleh al-Sarraj di Libya” di bawah proses Berlin setelah pertemuan pada Januari lalu di Jerman.
Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) yang berbasis di Tripoli mengumumkan gencatan senjata pada 21 Agustus.
Pemerintah yang diakui PBB memerintahkan militer untuk menghentikan semua operasi militer, dan mendesak pemilihan presiden dan parlemen pada Maret mendatang.