21 September 2017•Update: 21 September 2017
Idris Okuducu
ERBIL, Irak
Referendum kemerdekaan Kurdi tidak akan ditunda kecuali Baghdad punya "tawaran alternatif" yang juga dapat menjamin hak-hak wilayah otonomi Kurdi, kata Presiden Pemerintah Regional Kurdistan (KRG) Massoud Barzani, Selasa.
Dalam sebuah kampanye di Kota Soran, di sebelah utara Provinsi Erbil, Irak, Barzani mengatakan tujuan utama pemungutan suara adalah untuk "menunjukkan kepada dunia keinginan kami untuk merdeka".
"Kami terbuka dengan alternatif referendum, tapi karena tidak ada, referendum pada 25 September akan tetap direalisasikan," katanya.
Barzani menegaskan, permasalahan KRG bukanlah dengan masyarakat internasional, namun dengan Baghdad. Ia memberi beberapa hari kepada Baghdad untuk memikirkan alternatif lain.
"Yang diinginkan Erbil adalah kemerdekaan, bukan portofolio menteri atau alokasi anggaran," tambah Barzani.
Senin depan, referendum kemerdekaan untuk wilayah otonomi Kurdi - dan di beberapa wilayah yang diperebutkan oleh Erbil dan Baghdad - akan dilaksanakan.
Baghdad, Turki, Amerika Serikat, Iran, dan PBB telah menentang referendum, dan menyebut referendum tersebut hanya akan mengganggu stabilitas negara dan operasi melawan Daesh.
Pemerintah pusat Irak bahkan telah mengancam akan melakukan intervensi militer jika pemungutan suara tersebut berujung kepada kekerasan.
Sebelumnya, Barzani telah mengatakan bahwa jika hasil pemungutan suara menyatakan "setuju", Kurdi tidak akan serta-merta menyatakan kemerdekaan, namun itu berarti satu langkah menuju perundingan dengan Baghdad.