21 September 2017•Update: 21 September 2017
Alex Jensen
SEOUL
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan “ketegasannya sikapnya” atas Korea Utara dengan mengeluarkan ancaman untuk menghancurkan negara tersebut seutuhnya, kata pernyataan Kantor Kepresidenan Korea Selatan yang dirilis Rabu.
“Kami yakin bahwa pernyataannya tersebut bertujuan untuk menjaga perdamaian dan keamanan masyarakat internasional dan PBB,” kata Kantor Berita Yonhap mengutip juru bicara presiden Park Soo-hyun.
Menurut Soo-hyun, ucapan Trump mengenai Korea Utara adalah untuk menegaskan kembali perlunya sanksi penuh atas provokasi nuklir dan rudal Korea Utara.
Sebelumnya, Presiden Moon Jae-in telah menegaskan keinginan Seoul untuk berdamai dan rekonsiliasi dengan Korea Utara.
Pernyataan dari kantor kepresidenan dirilis tak lama setelah Trump berbicara di Sidang Majelis Umum PBB di New York.
"Amerika Serikat memiliki kekuatan dan kesabaran yang besar, namun jika dipaksa untuk mempertahankan diri atau sekutunya, kita tidak punya pilihan selain menghancurkan Korea Utara seutuhnya," kata Trump.
Setelah peluncuran rudal Korea Utara berulang kali dan uji coba nuklir keenam, Trump juga menyebut pemimpin Kim Jong-un sebagai "pria roket yang ingin bunuh diri".
Presiden AS berharap bahwa serangan militer tidak perlu dilaksanakan karena PBB akan menghentikan pengembangan senjata nuklir Pyongyang melalui sanksi ekonomi. Pimpinan Korea Utara kemungkinan akan dikejutkan oleh ancaman yang tidak terhormat.