Rhany Chairunissa Rufinaldo
13 Februari 2019•Update: 13 Februari 2019
Ahmet Gurhan Kartal
LONDON
Perdana Menteri Inggris Theresa May pada Selasa meminta lebih banyak waktu dari anggota parlemen untuk melakukan pembicaraan dengan para pemimpin UE untuk meyakinkan mereka tentang perubahan dalam kesepakatan Brexit.
Dalam sebuah pernyataan yang disampaikannya kepada House of Commons, May mengatakan parlemen perlu mempertahankan keberaniannya, menambahkan bahwa negosiasi dengan Uni Eropa untuk kemungkinan perubahan dalam aturan backstop Irlandia berada pada tahap penting.
"Setelah mencapai kesepakatan dengan UE untuk pembicaraan lebih lanjut, kami sekarang perlu waktu untuk menyelesaikan proses itu," kata sang perdana menteri.
“Pembicaraan berada pada tahap penting. Kita semua sekarang harus menahan emosi untuk mendapatkan perubahan yang dibutuhkan dan mengeksekusi Brexit tepat waktu,” tambahnya.
May mengatakan dia akan menyampaikan perkembangan terbaru kepada parlemen pada 26 Februari dan jika dia gagal mencapai kesepakatan baru pada tanggal itu, dia berjanji akan memberi anggota parlemen kewenangan untuk memutuskan langkah Brexit berikutnya.
Dia mengatakan bahwa dia menjelaskan kepada para pejabat UE bahwa ada tiga cara untuk mencapai kesepakatan.
Pertama, aturan backstop dapat diganti dengan pengaturan alternatif untuk menghindari perbatasan yang kaku antara Irlandia Utara dan Irlandia.
Kedua, ada kemungkinan untuk menetapkan batas waktu yang mengikat secara hukum untuk backstop yang sudah ada.
Ketiga, ada kemungkinan untuk membentuk klausa brexit unilateral yang mengikat secara hukum untuk backstop tersebut.
Pemimpin partai oposisi utama Jeremy Corbyn mengatakan perdana menteri hanya menawarkan parlemen lebih banyak alasan dan lebih banyak penundaan.
"May telah menunjukkan bahwa dia hanya ingin dengan sengaja kehabisan waktu dan bermain-main dengan mata pencaharian masyarakat dengan menolak gagasan mereka tentang keanggotaan serikat pabean," ujar Corbyn.
Pernyataan May kepada parlemen disampaikan menyusul pertemuannya dengan para pemimpin Uni Eropa minggu lalu, di mana para pejabat Eropa itu mengatakan kepadanya bahwa mereka tidak akan menegosiasikan kembali kesepakatan Brexit.
Dia rencananya akan bertemu lagi dengan pejabat tinggi Uni Eropa pada akhir Februari.
Inggris dijadwalkan untuk meninggalkan Uni Eropa pada akhir Maret sebagai hasil dari referendum 2016, di mana warga Inggris memutuskan untuk meninggalkan blok itu setelah lebih dari 40 tahun keanggotaan.