Sinan Uslu dan Cansu Dikme
27 Desember 2017•Update: 27 Desember 2017
Sinan Uslu dan Cansu Dikme
ANKARA
Perdana Menteri Binali Yildirim mengatakan pada Rabu pagi bahwa sebuah keputusan darurat baru dibuat bertujuan untuk melindungi warga sipil yang membantu menggagalkan percobaan kudeta tahun lalu.
“Peraturan ini bertujuan untuk melindungi warga yang turun ke jalanan, mengorbankan hidup mereka [demi Turki] untuk mencegah percobaan kudeta, dan kejadian setelahnya,” kata Yildirim kepada wartawan di Bandara Esenboga, Ankara, menjelang kunjungan resminya ke Arab Saudi.
“Hal ini penting dan sudah jelas. Tidak ada yang boleh mengganggu,” tegas Yildirim.
Menteri Kehakiman Abdulhamit Gul mengatakan pada Senin bahwa keputusan tersebut memastikan bahwa tindakan hukum tidak akan diberlakukan atas orang-orang yang keluar dari rumah-rumah mereka untuk melindungi negara.
Keputusan tersebut disalahartikan oleh beberapa pengguna media sosial sebagai undang-undang yang membebaskan warga sipil untuk terlibat dalam kekerasan.
Menurut pemerintah Turki, Organisasi Teroris Fetullah (FETO) dan pemimpinnya yang berbasis di Amerika Serikat (AS), Fetullah Gulen, mendalangi percobaan kudeta tahun lalu, yang menewaskan 250 warga Turki dan menyebabkan hampir 2.200 lainnya luka-luka.
Ankara juga menuding FETO sebagai dalang kampanye jangka panjang untuk menggulingkan pemerintah melalui infiltrasi institusi Turki, khususnya militer, kepolisian, dan pengadilan.