21 Agustus 2017•Update: 22 Agustus 2017
Senhan Bolelli
BARCELONA
Sel teror yang meluncurkan 2 serangan di Catalonia pekan lalu memiliki 120 tabung gas, tanda mereka sedang merencanakan serangan yang lebih besar, kata kepolisian Spanyol pada Minggu.
Josep Lluis Trapero, kepala polisi regional Catalan, dalam sebuah konferensi pers mengatakan kedua serangan itu, yang membunuh 14 orang di Barcelona dan Cambrils, adalah hasil perencanaan 6 bulan.
“Kami percaya mereka merencanakan satu atau lebih serangan teroris lainnya di Barcelona,” kata Trapero.
Pada Kamis petang, 13 orang tewas dan 100 lainnya terluka ketika sebuah mobil van putih menghantam kerumunan di pusat kota Barcelona. Keesokan harinya, seorang perempuan tewas dalam serangan kendaraan lainnya di Cambrils.
Tabung-tabung gas itu ditemukan di reruntuhan sebuah rumah di Alcanar di timur Spanyol yang diledakkan pada Rabu, kata Trapero pada wartawan. Polisi yakin rumah itu digunakan ke-12 anggota sel yang meluncurkan aksi teror di Spanyol.
Trapero juga menambahkan bahwa 7 anggota sel telah dibunuh (5 ditembak polisi di Cambrils, 2 pada ledakan hari Rabu) dan 4 ditahan polisi.
Tersisa 1 tersangka yang masih dicari dan merupakan pengemudi van serangan Barcelona, jelas Trapero.
Media setempat mengidentifikasi orang itu sebagai pria Maroko berusia 22 tahun bernama Younes Abouyaaqoub.
Pada Jumat, pihak berwenang di Catalonia mengatakan warga dari 34 negara berbeda menjadi korban tewas dan luka dalam serangan di Barcelona dan Cambrils.