22 September 2017•Update: 25 September 2017
Alyssa McMurtry
MADRID
Polisi Spanyol menahan pria berusia 24 tahun di sebuah kota sekitar 200 kilometer selatan Barcelona pada Rabu. Dia diduga membantu jaringan teroris yang meluncurkan sejumlah serangan pada Agustus.
Pria berkewarganegaraan Spanyol itu memiliki keturunan Maroko. Sebuah pernyataan dari Kementerian Dalam Negeri Spanyol mengatakan pria itu berhubungan dekat dengan para teroris yang menyerang Barcelona dan Cambrils dan menewaskan 16 orang.
Setelah serangan mobil van di area Las Ramblas, Barcelona, polisi menguak bahwa kelompok itu merencanakan serangan yang jauh lebih besar.
Polisi mengatakan mereka memiliki 100 kilogram bahan kimia acetone peroxide yang sangat eksplosif (TATP) dan berencana mengisi mobil van dengan itu guna meledakkan sejumlah simbol kota Barcelona.
Namun, pada malam sebelum serangan 17 Agustus itu terjadi para teroris tidak sengaja meletuskan bahan kimia itu, meledakkan rumah mereka dan membunuh dalang dibalik serangan teror yang direncanakan, seorang imam bernama Abdelbaki Es Satty.
Bahan kimia TATP juga digunakan dalam serangkaian serangan di Paris, Brussels dan Manchester.
Kementerian Dalam Negeri Spanyol mengatakan pria yang ditahan pada Rabu diduga membantu para teroris membeli bahan-bahan ledakan dan khususnya sangat dekat dengan imam tersebut
Penyelidikan masih berlangsung hingga saat ini.