Rhany Chairunissa Rufinaldo
03 Oktober 2018•Update: 03 Oktober 2018
Wassim Seifeddine
BEIRUT
Presiden Lebanon Michel Aoun pada Selasa berjanji untuk menghadapi agresi Israel ke negara Arab.
"Tuduhan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tidak berdasar," kata Aoun dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan setelah pertemuannya dengan Menteri Luar Negeri Austria Karin Kneissl di Beirut.
"Tuduhan itu membungkus ancaman Israel baru terhadap kedaulatan Lebanon dan bandara internasional kami," tambahnya.
Pekan lalu, Netanyahu - berbicara pada sesi ke-73 Majelis Umum PBB - mengklaim bahwa kelompok Lebanon Hizbullah menggunakan "fasilitas rudal tersembunyi" dekat Bandar Udara Internasional Rafik Hariri di Beirut.
Presiden Lebanon menyerukan kepada Austria dan komunitas internasional "untuk mewaspadai rencana Israel terhadap negaranya".
Sementara Kneissl, menegaskan dukungan negaranya untuk kemerdekaan dan keutuhan wilayah Lebanon.
Diplomat senior Austria itu tiba di Beirut pada Senin untuk kunjungan dua hari di mana dia bertemu dengan mitranya, Gebran Basil, untuk berbicara tentang pemulangan pengungsi Suriah.
Pada 2006, Israel melancarkan perang melawan Hizbullah di mana setidaknya 1.200 orang, sebagian besar warga sipil Lebanon, tewas.