Faruk Zorlu
16 Desember 2022•Update: 20 Desember 2022
ANKARA
Dengan segala upaya dan inisiatifnya, Turkiye ingin menjadi pusat sektor energi yang menentukan harga referensi gas alam global, kata presiden negara itu Recep Tayyip Erdogan pada Jumat.
"Tujuan kami adalah mengubah negara kami menjadi pusat [energi] global di mana harga referensi gas alam ditentukan secepat mungkin," kata Erdogan pada upacara peluncuran proyek perluasan fasilitas penyimpanan gas bawah tanah di dekat Istanbul.
Wilayah barat laut Turkiye, Trakia yang berbatasan dengan Yunani dan Bulgaria akan menjadi pusat yang sangat penting untuk gas alam dan gas alam cair (LNG) setelah peningkatan kapasitas penyimpanan LNG dan gas bawah tanah, imbuh dia pada acara itu di distrik Silivri, Istanbul.
Erdogan mengatakan Ankara terus berhubungan dengan Moskow, produsen dan pengekspor gas alam utama, dan dia menggarisbawahi bahwa mereka akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjadikan Turkiye sebagai pusat energi.
Dia menyoroti pentingnya fasilitas penyimpanan tersebut karena negara-negara Eropa menghadapi prospek kekurangan energi.
Presiden juga mengatakan bahwa dengan perluasan penyimpanannya, Fasilitas Penyimpanan Gas Alam Bawah Tanah Silivri sekarang menjadi yang terbesar di Eropa dengan kapasitas 4,6 miliar meter kubik.
Erdogan dan sejawatnya dari Rusia Vladimir Putin telah membahas bagaimana negara mereka dapat bekerja sama dalam membangun pusat gas alam di wilayah Trakia, Turkiye.
Setelah berbicara dengan Putin awal tahun ini, Erdogan akhirnya mengumumkan bahwa Ankara dan Moskow akan bekerja sama dalam membangun pusat gas alam di Trakia setelah ada permintaan dari Rusia.