Diyar Guldogan
19 Desember 2022•Update: 20 Desember 2022
ANKARA
Ankara menyerukan Libya dan Mesir untuk memulai dialog dan bernegosiasi untuk segera menyelesaikan perdebatan antara kedua negara mengenai demarkasi perbatasan di laut, kata sumber diplomatik Turkiye pada Minggu.
Pernyataan pejabat Turkiye itu muncul setelah Libya pada hari Jumat menolak ‘keputusan 11 Desember’ oleh Mesir untuk secara sepihak membatasi perbatasan maritim di bagian barat dengan negara tetangga Libya melalui sembilan koordinat geografis.
Menekankan garis batas tidak disepakati melalui negosiasi bilateral antara Libya dan Mesir, sumber tersebut mengatakan Turkiye mendukung dialog dan negosiasi antara Mesir dan Libya sesegera mungkin untuk penetapan batas mereka sesuai dengan hukum internasional, dan, dalam kerangka ini, penerapan segala upaya damai sebagaimana diatur dalam Pasal 33 Piagam PBB, termasuk Mahkamah Internasional, atas dasar kesepakatan bersama.
Sumber mengatakan bahwa keputusan Mesir tidak tumpang tindih dengan landas kontinen Turkiye di Mediterania Timur.
Tidak jelas metode mana yang digunakan untuk membatasi garis batas ini atau apakah keadaan geografis khusus/relevan diperhitungkan atau prinsip keadilan dihormati sepenuhnya, tambah mereka.
Sumber diplomatik tersebut juga mengatakan bahwa garis batas yang diumumkan tampaknya melanggar hak landas kontinen Libya, karena ditarik ke barat dari garis median antara pantai daratan kedua negara tersebut.
“Faktanya, pihak Libya membuat pernyataan pada 16 Desember 2022 yang menyatakan bahwa hak mereka dilanggar oleh keputusan presiden Mesir,” tambah staf diplomatik Turkiye itu.