Muhammad Abdullah Azzam
22 November 2019•Update: 22 November 2019
Abdelraouf Arnaout
YERUSALEM
Presiden Israel Reuven Rivlin meminta Ketua Parlemen Israel atau Knesset, Yuli Edelstein untuk membentuk kabinet baru.
Langkah ini dilakukan menyusul kegagalan kedua pihak; Likud dan, Biru dan Putih untuk membentuk pemerintah setelah melakukan pembicaraan selama berbulan-bulan dengan partai politik lainnya.
Pembicaraan Rivlin dengan Benny Gantz dan Benjamin Netanyahu gagal membuahkan hasil.
Presiden Rivlin meminta parlemen untuk memilih kandidat baru demi mengumpulkan dukungan dari 61 anggota Knesset untuk membentuk pemerintahan dalam 21 hari.
Menurut undang-undang Israel, jika parlemen tidak menyetujui satu nama, maka Knesset akan dibubarkan dan Israel akan mengadakan pemilihan umum darurat.
Jika hal tersebut terjadi, maka Israel akan melakukan pemilu tiga kali dalam kurun waktu setahun.
Ketua Blue and White Party Israel Grant mengumumkan dirinya gagal membentuk pemerintahan baru.
Netanyahu sebelumnya juga tidak berhasil membentuk pemerintahan setelah pemilihan yang berlangsung pada bulan April dan September.
Tahun ini, Israel telah menggelar dua putaran pemilu, yaitu pada April dan September.