Rhany Chairunissa Rufinaldo
28 Oktober 2019•Update: 28 Oktober 2019
Hamdi Yildiz
BAGHDAD
Lembaga HAM Irak mengatakan putaran terakhir protes anti-pemerintah di Irak menewaskan 74 orang.
Komisi Tinggi Independen untuk Hak Asasi Manusia (IHCHR) Irak mengatakan sedikitnya 3.654 orang, termasuk pejabat keamanan, terluka dalam aksi protes yang berlangsung di Ibu Kota Baghdad dan kota-kota di selatan negara itu.
Protes yang berlangsung selama sebulan terakhir di Irak telah menewaskan ratusan orang.
Massa menggelar demonstrasi setelah pemerintah dianggap gagal mengakhiri nepotisme dan korupsi serta adanya kesalahan dalam pengelolaan dana publik.
Demonstran juga memprotes tingginya angka pengangguran dan kurangnya layanan publik.
Demonstrasi sempat dihentikan pekan lalu selama peringatan Arbain dan dimulai kembali pada Jumat.
Menurut Bank Dunia, Irak memiliki tingkat pengangguran di kalangan pemuda sekitar 25 persen.
Negara itu juga menempati peringkat ke-12 sebagai negara paling korup di dunia berdasarkan hasil survei sejumlah organisasi transparansi.