Şerife Çetin
08 November 2017•Update: 09 November 2017
Şerife Çetin
BRUSSELS
Mantan Presiden Pemerintah Otonomi Catalonia Carles Puigdemont mengkritik langkah yang diambil pemerintah Spanyol pasca upaya kemerdekaan Catalonia.
“Fasisme masih hidup di Spanyol. Pemerintah Spanyol seharusnya malu telah memberi tempat bagi fasisme,” ujar dia.
Melalui unggahan di media sosial, Puigdemont menuntut supaya anggota pemerintahan daerah Catalonia dibebaskan dari tuntutan. Dia juga menyatakan tidak akan tunduk terhadap ancaman-ancaman yang ditujukan padanya. Puigdemont menegaskan, tak akan berhenti mengusahakan kemerdekaan Catalonia.
“Satu-satunya jalan adalah demokrasi. Sementara Spanyol menggunakan jalan kekerasan, Kami akan tetap mengikuti jalan kami yakni demokrasi,” kata Puigdemont.
Puigdemont juga mendesak Uni Eropa untuk segera bertindak atas krisis Catalonia.
“Eropa, sampai kapan Anda akan mengabaikan keadaan rekan-rekan yang mendapat perlakuan buruk di penjara. Sampai kapan Anda akan mengabaikan wakil yang dipilih rakyat?” tanya dia.
Catalonia, kata Puigdemont, sudah bertahun-tahun berada di bawah tekanan Spanyol dan rezim-rezim diktator. Perwakilan Catalonia banyak yang dibuang ke pengasingan atau dihukum mati.
Puigdemont mengatakan, dia adalah presiden Catalonia ke-130. Status otonomi Catalonia, kata dia, ditentukan dengan undang-undang dasar dari masa lalu. Menurut dia, penangguhan status otonomi Catalonia sama sekali tidak bisa diterima.