Senhan Bolelli, Hasan Esen
29 Oktober 2017•Update: 30 Oktober 2017
Senhan Bolelli, Hasan Esen
BARCELONA
Otoritas Spanyol mengganti Presiden Catalan Carles Puigdemont dan Wakil Presiden Oriol Junqueras dengan Deputi Perdana Menteri Spanyol Soraya Saenz de Santamaria pada Sabtu.
Pergantian ini dibuat berdasarkan resolusi yang dipublikasikan dalam pernyataan resmi. Bersamaan dengan itu, para menteri regional lainnya dan kepala polisi Catalan juga telah dipecat dan diganti.
Selain itu, lembaga pemerintah daerah Catalonia juga akan dikaitkan dengan kementerian pemerintah pusat.
Pergantian ini dilakukan setelah sebelumnya kelompok separatis Catalonia menguasai parlemen dan mendeklarasikan kemerdekaan Catalan dari Spanyol pada Jumat malam.
Senat Spanyol juga sudah memberlakukan pasal 155 dalam konstitusi Spanyol yang memberikan kekuasaan pada Madrid untuk mengambil kontrol secara langsung atas Catalonia, memberhentikan pemimpin separatis, dan menggelar pemilihan umum regional.
Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy telah mengumumkan pada Jumat malam bahwa ia telah membubarkan parlemen Catalan dan akan melakukan pemilu regional pada 21 Desember mendatang.
Sementara itu, ketika berbicara di Televisi Catalan, Puigdemont mengatakan bahwa dia tidak mengakui keputusan pemerintah pusat Spanyol dan akan terus "bekerja untuk membangun negara yang merdeka".
Puigdemont menambahkan aktivasi Pasal 155 sebagai "agresi terencana", bertentangan dengan kehendak rakyat. Dia juga meminta warga untuk mempertahankan Republik Catalan yang baru dengan prinsip “demi masyarakat yang tak kenal lelah dan komitmen damai".
Meskipun pada hari Jumat Catalonia telah mendeklarasikan kemerdekaan dan merayakannya di jalanan, negara-negara di seluruh dunia termasuk Turki hingga kini masih mengakui Catalonia sebagai bagian dari Spanyol.
Di tempat terpisah, juru bicara pemerintah Turki Mahir Unal mengutuk deklarasi kemerdekaan tersebut.
Alyssa McMurtry berkontribusi dalam berita ini