MOSKOW
Rusia mengetahui bahwa agen CIA diduga merekomendasikan kelompok sabotase Ukraina untuk membunuh jurnalis Rusia, kata Presiden Vladimir Putin pada Senin.
"Kami tahu dengan nama kurator Nazi Ukraina dari dinas Barat, terutama CIA, yang memberikan nasihat seperti pembunuhan jurnalis (Rusia)," kata Putin, berbicara pada pertemuan di Dewan Kantor Kejaksaan Agung di Moskow.
Dia mengatakan Barat menggunakan monopoli ruang informasinya untuk melawan Rusia tetapi dengan sedikit keberhasilan dan karenanya mulai beralih ke "terorisme terbuka."
"Pagi ini, Dinas Keamanan Federal (Rusia) menekan kegiatan kelompok teroris yang berencana membunuh seorang jurnalis TV Rusia yang terkenal. Tentu saja, sekarang mereka akan menyangkal ini, tetapi fakta, bukti tidak terbantahkan," ujar dia.
Dalam beberapa dekade terakhir, Rusia sendiri telah dituduh membunuh sejumlah wartawan, bersama dengan tokoh-tokoh oposisi dan siapa pun yang terlihat mengancam kekuasaan Putin.
Putin kemudian mengungkapkan keterkejutannya atas pernyataan diplomat Eropa yang menyerukan Ukraina untuk memenangkan perang dengan Rusia di medan perang.
“Yang mengejutkan kami, para pekerja diplomatik tingkat tinggi di Eropa dan Amerika Serikat menyerukan satelit Ukraina mereka untuk menggunakan semua kemampuan mereka agar dapat menang di medan perang. Sungguh diplomasi yang aneh dari mitra kami di AS dan di Eropa,” kata dia.
“Tetapi ketika mereka menyadari bahwa ini tidak mungkin, tugas lain muncul – untuk memecah masyarakat Rusia, untuk menghancurkan Rusia dari dalam. Tetapi itu tidak akan berhasil.”
Ancaman datang dari luar negeri
Putin menginstruksikan Kantor Kejaksaan Agung untuk memerangi “ekstremisme”, “dengan tegas menghentikan tindakan apa pun yang bertujuan untuk mencampuri urusan internal Rusia dari luar,” yang diarahkan pada tujuan-tujuan seperti destabilisasi masyarakat, hasutan xenofobia, atau nasionalisme militan.
Putin juga menyerukan tanggapan segera terhadap penyebaran “ideologi radikal” di Internet, pemalsuan, dan provokasi ketertiban umum dan persiapan tindakan ilegal, yang menurutnya “sering diorganisir dari luar negeri, baik informasinya berasal dari sana, atau uangnya."
"Provokasi terang-terangan terhadap angkatan bersenjata kami, termasuk menggunakan sumber daya media asing dan jaringan sosial, juga memerlukan penyelidikan menyeluruh," jelas dia.
Di saat Rusia sendiri menghadapi banyak tuduhan kejahatan perang di Ukraina, Putin juga memerintahkan penyelidikan "fakta massal pelanggaran berat norma-norma hukum internasional oleh formasi neo-Nazi Ukraina (dan) tentara bayaran asing."
"Kita berbicara tentang pembunuhan warga sipil, penggunaan orang, termasuk anak-anak sebagai tameng manusia, dan kejahatan lainnya," tutur dia.
Setidaknya 2.435 warga sipil telah tewas dan 2.946 terluka di Ukraina sejak perang dimulai 24 Februari, menurut perkiraan PBB, dan angka sebenarnya diyakini jauh lebih tinggi.
Lebih dari 5,1 juta warga Ukraina telah melarikan diri ke negara lain, dengan lebih dari 7,7 juta lebih pengungsi internal, kata badan pengungsi PBB.
news_share_descriptionsubscription_contact



