Muhammad Abdullah Azzam
07 Maret 2019•Update: 08 Maret 2019
IDLIB
Setidaknya empat sipil tewas dan 17 lainnya menderita luka-luka akibat serangan-serangan pasukan rezim Bashar al-Assad dan sekutunya yang menargetkan permukiman warga sipil pada Rabu di zona de-eskalasi Idlib.
Rezim Assad dan kelompok-kelompok teroris asing dukungan Iran menghantam dengan serangan artileri ke daerah Khan Sheikhun dan Serakib di Idlib dan daerah Lataminah dan Kafr Zita di provinsi Hama.
Pihak pertahanan sipil melaporkan setidaknya 72 sipil, 28 di antaranya anak-anak tewas dalam 1.797 serangan darat dan 67 serangan udara yang dilancarkan selama Februari ke provinsi Idlib.
Menyusul pertemuan 17 September di Sochi antara Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Rusia Vladimir Putin, keduanya sepakat membangun zona demiliterisasi - di mana tindakan agresi dilarang secara tegas - di Idlib.
Di bawah kesepakatan itu, kelompok-kelompok oposisi di Idlib diizinkan untuk tetap menempati daerah-daerah di mana mereka sudah hadir, sementara Rusia dan Turki mulai melakukan patroli gabungan di daerah itu untuk mencegah pertempuran kembali meletus.
Sejalan dengan kesepakatan Sochi, kelompok oposisi menarik persenjataan berat mereka dari daerah tertentu di Idlib sejak 10 Oktober.
Suriah baru saja mulai keluar dari konflik dahsyat yang dimulai pada 2011 ketika rezim Assad menindak keras para demonstran dengan keganasan yang tidak terduga.
Sejak itu, puluhan ribu orang tewas dalam konflik sementara jutaan lainnya terpaksa meninggalkan rumah mereka.