Dandy Koswaraputra
04 Maret 2018•Update: 05 Maret 2018
Adham Kako
GHOUTA TIMUR, Syria
Sedikitnya 21 warga sipil tewas oleh pasukan rezim Bashar al-Assad di wilayah Ghouta Timur yang dikepung pada hari Sabtu, kata sumber-sumber Pertahanan Sipil Suriah.
Serangan darat dan udara rezim terus berlanjut pada warga sipil di daerah penahanan oposisi di dekat ibukota Damaskus meskipun ada keputusan untuk melaksanakan gencatan senjata yang dibuat secara terpisah oleh Rusia dan Dewan Keamanan PBB.
Sumber dari Pertahanan Sipil Suriah, yang juga dikenal sebagai Helm Putih, mengatakan bahwa lima warga sipil tewas dalam serangan udara di kota Muhammadiya dan 10 warga sipil tewas di distrik Duma dalam serangan udara dan serangan rudal.
Empat pejabat pertahanan sipil terluka dalam serangan tersebut.
Tiga orang juga tewas saat pasukan rezim Assad menyerang daerah perumahan antara distrik Misraba dan Duma dengan peluru roket dan mortiPasukan rezim telah melakukan 40 serangan udara di distrik Duma pada hari Sabtu sehingga banyak korban lainnya cedera. Yang terluka dilarikan ke rumah sakit.
Secara terpisah, tiga warga sipil lainnya juga terbunuh di distrik Harasta.
Korban tewas di wilayah tersebut mungkin akan meningkat saat serangan masih berlangsung. Jumlah korban di Ghouta Timur sejak 19 Februari telah mencapai 718.
Sabtu lalu, Dewan Keamanan PBB mengadopsi sebuah resolusi yang menyerukan gencatan senjata 30 hari di Suriah tanpa penundaan.
Ghouta Timur, pinggiran kota Damaskus, telah dikepung selama lima tahun terakhir dan akses kemanusiaan ke daerah tersebut, yang merupakan rumah bagi sekitar 400.000 orang, telah benar-benar terputus.
Dalam delapan bulan terakhir, kekuatan rezim Assad telah mengintensifkan pengepungan Ghouta Timur mereka, sehingga hampir tidak mungkin bagi makanan atau obat-obatan masuk ke distrik tersebut dan membuat ribuan pasien memerlukan perawatan.