Dmitri Chirciu
01 April 2022•Update: 04 April 2022
MOSKOW
Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan bahwa mereka akan membuka koridor kemanusiaan Jumat pagi dari kota Mariupol Ukraina ke Zaporizhzhia menyusul permintaan pribadi dari Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Kanselir Jerman Olaf Scholz kepada Presiden Vladimir Putin.
"Militer Rusia akan membuka kembali koridor kemanusiaan dari Mariupol ke Zaporizhzhia pada 1 April mulai pukul 10 pagi waktu Moskow (0700GMT)," kata Kolonel Jenderal Mikhail Mizintsev, direktur Pusat Manajemen Pertahanan Nasional Rusia.
Memperhatikan bahwa koridor kemanusiaan dibuka setiap hari ke arah ibukota Ukraina Kyiv, Chernihiv, Sumy, Kharkiv dan Mariupol, Mizintsev mengatakan tentara Rusia mematuhi gencatan senjata di titik-titik ini.
Dia lebih lanjut mencatat bahwa dalam 24 jam terakhir, lebih dari 18.000 orang, termasuk 3.400 anak-anak, dievakuasi ke Rusia dari daerah berbahaya di Ukraina.
“Sebanyak 527.607 orang telah dievakuasi sejak dimulainya operasi militer khusus, termasuk 108.219 anak-anak,” katanya, seraya menambahkan 115.347 orang telah diselamatkan dari Mariupol melalui koridor kemanusiaan, termasuk 3,235 dalam 24 jam terakhir.
Perang Rusia-Ukraina, yang dimulai pada 24 Februari menyebabkan kemarahan internasional.
Uni Eropa, AS dan Inggris menerapkan sanksi keuangan yang keras di Moskow.
Setidaknya 1.232 warga sipil telah tewas di Ukraina dan 1.935 terluka, menurut perkiraan PBB, dengan angka sebenarnya dikhawatirkan jauh lebih tinggi.
Lebih dari 4 juta warga Ukraina juga telah melarikan diri ke negara-negara tetangga, dengan jutaan lainnya mengungsi di dalam negeri, menurut badan pengungsi PBB.